Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Lebih Dekat Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 2 Oktober 2023 | 21:01 WIB

Photo
Photo

Sri Handoko Taruna menjadi orang nomor satu di Pemkab Nganjuk sejak 24 September 2023. Handoko ditunjuk menjadi Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk menggantikan Marhaen Djumadi yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. Sosok Handoko ini tidak asing bagi warga Kota Angin. Karena dia adalah putra daerah.

Nama Sri Handoko Taruna kini mulai akrab ditelinga warga Kota Angin. Hal ini tak lain karena pria kelahiran Nganjuk, 7 Maret 1978 ini, ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai penjabat (Pj) bupati Nganjuk. Dia akan menjadi kepala daerah sampai ada bupati-wakil bupati definitif melalui pilkada serentak 2024.

“Saya masih muda. Sepertinya saya lebih pas dipanggil Mas Bupati Handoko saja,” ujar Handoko saat ditemui wartawan koran ini setelah pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya (24/9). Masih muda? Itulah faktanya. Karena meski rambut Mas Bupati Handoko sudah putih hampir 100 persen tetapi sebenarnya dia masih muda. Pria kelahiran Nganjuk ini baru berusia 45 tahun. Dia lahir pada 7 Maret 1978.

Sejak lahir hingga SMA, dia menghabiskan waktunya di Kota Angin. Mas Bupati Handoko masuk sekolah pertama di SDN 1 Kauman. Kemudian, melanjutkan ke SMPN 1 Nganjuk. Lalu, SMAN 2 Nganjuk. “Saya lulus Smada Nganjuk tahun 1996,” ujarnya.


Setelah lulus Smada Nganjuk, Handoko memilih masuk Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang sekarang berubah menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Kemudian, lulus dari STPD pada tahun 2000. Setelah lulus STPDN, Handoko mengabdi ke Pemkab Pasuruan. Kemudian ditarik ke STPDN/IPDN untuk menjadi tenaga asuh bagi taruna di sana. Setelah itu, dia mendapat tawaran kembali ke Pemkab Pasuruan atau ke Kemendagri RI. Ia memilih melanjutkan karirnya di kemendagri hingga sekarang.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Kewaspadaan Nasional pada Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Handoko pernah menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha Pimpinan pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum pada tahun 2010. Lalu, Kasubdit Implementasi Kebijakan Politik pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum tahun 2012. Kemudian, Kepala Bagian Keuangan pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum tahun 2015. Selanjutnya, Kepala Bagian Perencanaan pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum tahun 2018. Kasubdit Penghayatan dan Pengalaman Pancasila pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum tahun 2020.

Selanjutnya pernah menjabat sebagai Kasubdit Fasilitas Penghayatan Hubungan Antar Lembaga pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum tahun 2021 dan Plt Direktur Kewaspadaan Nasional pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum tahun 2021/2022. “Jadi Pj Bupati Nganjuk dan pulang kampung ini sama sekali tidak saya duga sebelumnya,” ungkap Mas Bupati Handoko.

Baca Juga: Bayi 3 Bulan Berat Badan Hanya 2,7 Kg

Bagi bapak dua anak ini, menjadi kepala daerah di kampung halaman ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik. Karena dia menjadi kepala daerah tanpa melalui proses pemilihan kepala daerah (pilkada). Tidak kampanye ke kampung-kampung. Namun, diberi amanah memimpin daerah. “Amanah memimpin Kabupaten Nganjuk ini sungguh luar biasa bagi saya,” ujarnya.

Setelah dilantik, Mas Bupati Handoko langsung beradaptasi dengan Kota Angin. Dia mengunjungi forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD). Kemudian, dia juga menerima grup WhatsApp (WA) warga di Nganjuk. “Grup WA itu saya jadi bahan atau masukan dari masyarakat. Karena itu saya pun menerima dimasukkan grup WA,” ujarnya.

Selama memimpin Kota Angin selama 1 tahun tiga bulan ke depan, Mas Bupati Handoko sudah menyiapkan tujuh program prioritas ‘BANGKIT’. Yaitu, Bangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Atasi kemiskinan ekstrem dan stunting. Niatkan pengembangan potensi dan budaya daerah. Genjot pertumbuhan ekonomi dan penanganan inflasi. Kelola Birokrasi yang profesional dan pelayanan publik berkualitas. Implementasi program sukses pemilu dan pilkada 2024. Terus pembangunan infrastruktur dan layanan masyarakat.

Agar kinerja maksimal, Mas Bupati Handoko memboyong istrinya, Eka Haryati Taruna dan anaknya yang bungsu ke Kota Angin. Apalagi, Bunda Eka juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk. “Semoga kami bisa mewujudkan tujuh program prioritas BANGKIT. Mohon doa dan dukungan semua pihak,” ujarnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#politik #jabatan #bupati nganjuk #pj bupati