Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perempuan Asal Wates Tanjunganom Ini Terima Uang Pencairan Tol Kediri-Kertosono di Atas Kursi Roda

Iqbal Syahroni • Senin, 2 Oktober 2023 | 20:50 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-
Jami, 69, warga Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom harus memakai kursi roda ke balai desa kemarin. Dia menggunakan kursi roda karena stroke sejak setahun lalu. Padahal, kemarin adalah jadwal Jami menerima uang ganti Tol Kediri-Kertosono.

Orang yang berhak menerima ganti rugi itu tidak boleh diwakilkan. Karena balai desa tersebut ada tangga. Sehingga, sulit bagi Jami untuk naik dengan kursi rodanya.

Melihat hal itu, Bhabinkamtibmas Aipda Widian dan Babinsa Serka Suryadi langsung membantunya. Mereka mengangkat Jami beserta kursi rodanya. Sehingga, Jami bisa menuju aula di balai desa tersebut.

Jami mendapat nomor urut pertama. Dia menuju meja pencairan ganti rugi Tol Keker. Saat tanda tangan, Jami sempat mengalami kesulitan. Karena tangannya bergetar. Beruntung, setelah ditenangkan Karti, anaknya, dia bisa tanda tangan di beberapa berkas. Sehinga, Jami berhak mendapatkan uang ganti rugi yang dianggap sebagai ganti untung sebesar Rp 388 juta.

Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Penghuni Kampung Sengkuni Hanya 18 KK

“Sawah saya kena Tol Keker sekitar 600 meter persegi di Desa Wates,” ujar Jami.

Agar aman, pencairan uang ganti rugi Tol Keker tidak secara cash. Namun, ditransfer ke rekening Jami. “Belum tahu mau dibuat apa uangnya. Nanti saja,” ujar ibu lima anak ini.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah dan Pengembangan di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Kabupaten Nganjuk Rijatnoko mengatakan, selain Jami, warga Desa Wates yang menerima ganti rugi Tol Keker sebanyak tujuh orang. “Total untuk Desa Wates sudah menerima ganti rugi Tol Keker sebanyak 32 orang,” ujarnya.

Rijatnoko mengatakan, sebenarnya, di Desa Wates ada 33 calon penerima ganti rugi Tol Keker. Sayang, satu calon penerima masih belum beres administrasinya. Sehingga, belum bisa menerima ganti rugi kemarin.

Rijatnoko mengatakan, Tol Keker adalah Proyek Strategis Nasional (PSN). Tujuannya mendukung Bandara Internasional Dhoho Kediri yang saat ini sedang dibangun. Untuk wilayah Nganjuk yang terkena dampak Tol Keker ini ada tiga kecamatan. Yaitu, Kecamatan Prambon, Tanjunganom, dan Sukomoro. Sampai kemarin, pencairan Tol Keker di wilayah Nganjuk belum beres 100 persen.

Masih banyak kendala. Mulai dari administrasi kepemilikan lahan yang belum clear hingga aksi protes di Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro yang merasa tidak diajak musyawarah saat penentuan harga ganti rugi Tol Keker.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tanjunganom #pencairan #tol kediri kertosono #ganti rugi