Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Usil Jadi Warisan Warga Kampung Sengkuni

Iqbal Syahroni • Jumat, 29 September 2023 | 20:47 WIB

Photo
Photo

Tidak ada yang mengajar warga Kampung Sengkuni untuk berbuat usil. Mereka sudah jahil sejak kecil. Sifat itu berlangsung turun temurun dan terjadi secara alamiah. Keusilan dan kejahilan para warga Kampung Sengkuni di Dusun/Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan itu bukan tanpa rekayasa. Bukan juga diajarkan seperti cerita turun temurun. Mereka memiliki sifat bawaan lahir seperti itu.

“Keusilan kami (Kampung Sengkuni, Red) murni bawaan dari lahir,” ungkap Parlan, warga Kampung Sengkuni di Dusun/Desa Bendolo, Sawahan.

Pria berusia 58 tahun itu mencoba mengingat kapan pertama kali dia berbuat usil. Seingat dia, perbuatan jahil dilakukan sejak dia kecil saat masih berusia 8 atau 9 tahun. Dia melakukannya atas inisiatif sendiri. Tidak ada orang tua yang meminta atau menyuruhnya untuk berbuat usil. Semua berjalan natural tanpa ada yang mengajarinya.

Kejahilan yang dilakukan Parlan saat kecil tidak pernah ditegur orang dewasa. Perbuatannya dianggap lumrah. Bahkan, orangtuanya, kakek dan neneknya sering berbuat usil kepada tetangga atau warga di kampung itu.

Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Sengkuni yang Tidak Jahat tapi Usil

Banyaknya warga yang usil membuat kampung itu menjadi kian populer. Oleh warga, kampung itu dinamakan sebagai Kampung Sengkuni yang berada di dusun/Desa Bendolo, Sawahan.

Meskipun Parlan didaulat sebagai sesepuh di kampung itu, dia tidak pernah tahu tentang mitos keusilan yang meraka pegang teguh hingga sekarang. Termasuk keterkaitannya dengan cerita legend, kutukan, atau cerita lain yang jadi faktor penyebab mereka punya sifat usil. Padahal mereka tidak diwajibkan untuk melakukan keusilan tersebut. “Selama ini tidak ada yang protes. Semua keusilannya masih dimaklumi,” terang bapak tiga anak itu.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Amin Fuadi menceritakan, belum mengetahui kapan pertama kali keusilan di Kampung Sengkuni itu marak dilakukan warga. “Jika dari ceritanya, keusilan itu sudah turun menurun. Hanya saja, kami belum dapat informasi kapan dan darimana asal-usulnya,” papar Amin.

Kebiasaan di Kampung Sengkuni itu berbeda dengan tradisi Gombak Kuncung. Mereka punya rambut Gombak Kuncung adalah warga dari keturunan asli Ki Ageng Ngaliman. Sedangkan sifat usil di Kampung Sengkuni tidak ada cerita tentang keturunan atau alasan khusus warga yang lahir dan besar di sana memiliki sifat usil semua.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#warga #jelajah #usil #desa unik