Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Sengkuni yang Tidak Jahat tapi Usil

Iqbal Syahroni • Jumat, 29 September 2023 | 20:40 WIB

Photo
Photo

Bagi masyarakat di Dusun/Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan, nama Sengkuni di salah satu tokoh pewayangan Mahabharata sangat familiar. Karena itu, kampung di sana diberi nama Kampung Sengkuni. Namun, Sengkuni ini bukan tokoh licik dan jahat seperti di Mahabharata.

“Nama Kampung Sengkuni ini muncul sekitar lima tahu lalu,” ujar Parlan, 58, warga Dusun/Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan. Warga sepakat memberi nama Kampung Sengkuni karena di sana gudangnya orang usil. Namun, Sengkuni di sini bukan berarti licik dan jahat seperti tokoh wayang di Mahabharata. Hanya, usil saja.

Munculnya kata Sengkuni ini karena warga sempat jengkel setelah jadi korban keusilan tetangganya. Dia menyebut tukang usil di sana ‘Sengkuni’. Jadi, akhirnya mereka sepakat menyebut desanya sebagai Kampung Sengkuni.

Untuk keusilan warga di Kampung Sengkuni sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tidak ada yang tahu secara pasti. Karena keusilan itu jadi warisan. Setiap anak selalu ‘diajari’ usil. “Tujuan usil itu hanya untuk mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan,” ujar Parlan.

Baca Juga: Pembayaran Ganti Rugi Tol Kediri-Kertosono di Wates Tanjunganom Terkendala Ahli Waris

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Bendolo Andi Kisworo tidak mempersoalkan jika Kampung Sengkuni jadi branding desanya. Dia menganggap tokoh Sengkuni ini sudah familiar di masyarakat. Bahkan, warga luar desa menjadi penasaran dengan julukan Kampung Sengkuni.

Namun demikian, Andi menegaskan jika warga di desanya tidak ada yang licik dan jahat seperti Sengkuni. Mereka hanya usil. “Keusilan warga juga tidak bertujuan mencelakakan orang lain,” ungkapnya.

Selain itu, warga luar desa yang akan berkunjung ke Kampung Sengkuni juga tidak perlu takut atau khawatir. Karena keusilan warga di Kampung Sengkuni hanya berlaku untuk warga setempat atau tetangganya sendiri. Tidak ada warga luar desa atau yang baru kenal diusili di sana. Setiap pendatang akan disambut dengan baik di Kampung Sengkuni. “Keusilan warga ini untuk keakraban saja,” ujar Andi.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jelajah #masyarakat #Sengkuni #desa unik