NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nganjuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H kemarin. Acara digelar di Pendapa Mbah Yong Buduran, Kecamatan Bagor. Pertunjukan Barongsai dimulai sekitar pukul 15.00 WIB di halaman pendapa.
Ratusan warga setempat memadati dan menikmati pertunjukan tersebut. Ketua PSMTI Kabupaten Nganjuk Liwidjaja Soeryo Soenarko juga hadir. Selain itu, PSMTI dari Lamongan, Bondowoso, Tulungagung, dan Bojonegoro juga datang.
“Pertunjukan Barongsai ini kami persembahkan sebagai bentuk ikut serta kami dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Ruddy Sugianto, selaku ketua panitia.
Selain pertunjukkan barongsai, acara juga diisi dengan pengajian. Ustadzah Tan Mei Hwa didatangkan. Pengajian tersebut dimulai sekitar pukul 19.00 WIB yang juga digelar di Pendapa Mbah Yong Buduran. PSMTI juga mengundang Pj Bupati Sri Handoko Taruna dan Forkopimda Nganjuk. Kegiatan ini mengusung tema ‘Nggali Roso, Ngudi Susilo’. “Tema ini artinya mencari arah hati sesuai dengan budi pekerti,” ujar Ruddy.
Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Usul untuk Mempererat Silaturahmi
Selain itu, kegiatan ini juga untuk menunjukkan jika Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika. Banyak suku, budaya, dan agama. Namun, semua bisa hidup berdampingan.
Terpisah, Sri Ratna, 38, warga setempat mengaku senang dengan adanya pertunjukkan barongsai. Karena menjadi hiburan masyarakat. Sedangkan, untuk pengajian menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW itu bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Mudah-mudahan kegiatan seperti ini sering digelar,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah