NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sinar ultraviolet (UV) menjadi ancaman serius bagi masyarakat Nganjuk. Ancaman itu bisa menyebabkan kulit terbakar. Karena itu masyarakat yang beraktivitas di luar rumah wajib mengenakan pelindung seperti topi dan baju lengan panjang.
Menurut Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ancaman cuaca ekstrem tersebut terjadi selama empat hari, mulai Senin (25/9) sampai Jumat (29/9). Sinar uv ini terjadi selama empat jam. Mulai dari pukul 10.00 hingga pukul 16.00. “Indeks sinar UV sampai Jumat (29/9) lebih dari sebelas,” aku Tekad Sumardi, Kepala Kelompok Operasi BMKG Sawahan. Angka tersebut sudah masuk level ekstrem dan sangat berbahaya bagi manusia.
Tingginya indeks sinar UV itu disebabkan karena adanya el nino. Yakni terjadinya garis kemiringan matahari dan fenomen tanpa awan yang membuat cuaca lebih panas dari biasanya. Selain melindungi tubuh menggunakan baju lengan panjang dan topi, masyarakat diimbau tetap mengonsumsi air minum yang banyak. “Minimal tubuh tidak dehidrasi,” paparnya.
Dia menjelaskan, bahaya sinar UV hanya terjadi selama empat jam karena pada saat itu matahari sedang berada di garis tengah. Sehingga pancaran sinarnya akan maksimal. Semakin tegak sudut sinar matahari maka sinar UV semakin banyak yang masuk ke bumi.
Baca Juga: Warga Kedungbengkah Sukomoro Nganjuk Protes Ganti Rugi Tol Kediri-Kertosono
Saat musim kemarau, tutupan awan semakin sedikit artinya sinar UV akan semakin banyak yang sampai ke bumi. Diprediksi, kejadian ini hanya sampai akhir bulan ini. Di Oktober sudah tidak ada.
Dampak sinar UV ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya BMKG juga pernah mencatat situasi yang sama di setiap musim kemarau. Lelaki asal Temboro, Magetan itu menambahkan, musim kemarau, menyebabkan terik sinar matahari akan masuk ke bumi dengan maksimal karena tidak ada awan.