Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Usul untuk Mempererat Silaturahmi

Iqbal Syahroni • Rabu, 27 September 2023 | 21:03 WIB

Photo
Photo

Jangan coba-coba melakukan keusilam di sembarang tempat. Tidak semua orang bisa menerima kebiasaan tersebut. Jika Anda ingin menjadi korban iseng, Kampung Sengkuni, Dusun/Desa Bendolo, Sawahan tempatnya. Di sana, keusilan justru dirawat untuk merekatkan perseduluran.

Warga Kampung Sengkuni hanya bisa melakukan keusilan kepada orang yang sudah dikenal. Jika ada pendatang, mereka akan berkenalan lebih dulu. Jika si pendatang dan warga sudah saling kenal maka aksi usil itu baru bisa mereka lakukan. “Begitulah cara kami memperkuat tali persaudaraan,” ujar Mujiono. Pria 48 yang lahir di Kampung Sengkuni itu memastikan, Kampung Sengkuni itu tidak se-Sengkuni arti sesungguhnya.

Punya sifat jahat, suka adu domba dan berperan sebagai tokoh antagonis. Justru masyarakat di kampung itu punya hati baik dan periang.

Tujuan dari keusilan itu biasanya untuk mendapatkan bahan untu tertawa bersama. Dengan tawa canda itulah membuat persahabatan mereka semakin rekat. Makanya, jika ada warga yang tidak ikut tertawa atau terhibur maka hilang semua tujuan keusilannya.

Baca Juga: Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna Siapkan Tujuh Program Prioritas

Seperti misal, warga desa lain, yang memang niat main-main ke dalam Kampung Sengkuni, tanpa tahu apa itu Kampung Sengkuni, kemungkinan tidak akan dijahili oleh warga. Namun kejahilan itu tetap bisa saja dilakukan, jika warga tidak tahu siapa yang datang.

Lelaki yang dijuluki sebagai raja prank itu mengatakan, tidak sembarang orang bisa diajak bercanda ala masyarakat Kampung Sengkuni. Muji menceritakan, tamunya kerap menjadi korban usil para tetangganya. Sandal atau sepatu kerap hilang karena disembunyikan. “Tidak ada (tamu, Red) yang sampai marah, wong nantinya bukan mencuri,” papar Muji.

Bukan saja tamunya, rombongan dari dinas pariwisata (disporabudpar) juga pernah menjadi korban. Warga berani beraksi ke anggota disparporabud karena sudah merasa kenal. “Mereka (disparporabud, Red) sering main ke sini untuk menjalankan tugas dinasnya,” ujarnya.

Tidak hanya Muji, Parlan, 58, Ketua RT 02 di kampung itu juga sering ikutan usil. Keusilan ini bukan untuk menyakiti perasaan orang. “Malah kebalikannya kok, kami ingin semakin dekat,” ucapnya.

Karena itu, warga desa lain yang sudah paham keusilan Kampung Sengkuni tidak akan kapok bermain ke kampungnya. Menurut Amin Fuadi, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disporabudpar, cara yang dipakai warga Kampung Sengkuni itu adalah upaya mereka untuk saling kenal dan dekat. “Malah mereka itu orang yang sangat ramah,” ujar Amin.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Jelajah Desa #desa #warga kampung #desa unik