NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur (Jatim) Wilayah XI mengecek penemuan benda purbakala di Makam Kujon, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom kemarin. Tim BPK Jatim datang sekitar pukul 10.50 WIB. Mereka disambut Amin Fuadi, Kabid Kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk dan Aris Trio Effendy, budayawan dan sejarawan.
Setelah di makan, tim segera mengecek doorpel atau pintu masuk kuno. Diukur dan dipotret. Doorpel juga dipegang dan dibersihkan. “Ini doorpel asli,” ujar Missa Demettawati, arkeolog BPK Jatim Wilayah XI.
Selain itu, Missa mengatakan, di Makam Kujon tersebut banyak benda bersejarah. Disamping doorpel, ada juga potongan artefak yang digunakan batu nisan. Ada puluhan makam yang menggunakan batu nisan dari artefak.
Sayang, Missa mengaku belum bisa memutuskan apakah di masa lampau, Makam Kujon tersebut adalah candi atau vihara. Karena hal itu butuh penelitian lebih lanjut. Tidak bisa hanya sekali lihat.
Terkait eskavasi atau penggalian, Missa mengatakan, belum tahu kapan akan dilakukan. Karena lokasi penemuan benda purbakala itu berada di makam warga. Sampai saat ini, makam tersebut masih digunakan warga setempat.
Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Disporabudpar Bakal Teliti Sejarah Gombak Kucung
Meski sudah dinyatakan doorpel asli tetapi BPK Jatim Wilayah XI tidak membawa ke museum. Namun, tetap dibiarkan di sana. Karena benda tersebut sudah insitu atau asli di sana. “Tidak boleh diangkat atau dipindah,” ujar Missa.
Sementara itu, Aris Trio Effendy, sejarawan mengatakan, Makam Kujon diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram. Yaitu, pada tahun 1591. Namun, disporabudpar baru mengetahui jika di makam tersebut ada benda-benda bersejarah sekitar sebulan lalu. Saat itu, pihaknya melihat ada batu artefak di dalam tanah. “Saat kami gali ternyata ada doorpel juga. Jadi, kami lapor ke BPK Jatim Wilayah XI,” ujarnya.
Aris berharap, warga untuk ikut menjaga benda-benda purbakala di Makam Kujon. Karena benda-benda tersebut sangat berharga. Bisa untuk situs sejarah dan menjadi tempat edukasi bagi anak cucu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah