Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Kenalkan Tradisi Gombak Kuncung ke Sekolah

Iqbal Syahroni • Selasa, 19 September 2023 | 18:34 WIB

Photo
Photo

Menjaga tradisi gombak kuncung bukanlah pekerjaan mudah. Ada banyak filosofi yang hilang dari tradisi itu. Seperti makna hajatan potong rambut yang harus anak nomor ganjil, menyediakan kambing kendit hingga menggunakan cincin emas. Semua filosofi ritual tersebut harus digali lebih serius lagi agar anak-anak gombak kuncung bisa memahami makna tradisi yang diwarisi nenek moyangnya.

Selama ini, tradisi gombak kuncung hanya dilaksanakan berdasarkan kebiasaan. Sampai generasi sekarang, anak-anak gombang kuncung hanya mengetahui mereka adalah garis keturunan Ki Ageng Ngaliman. Karena itu mereka harus ikut tradisi yang sudah diwarisi turun temurun. Seperti yang dialami Pebiani Ambar Lestari, anak kuncung berusia 8 tahun itu hanya paham dia adalah keturunan asli Ki Ageng Ngliman.

“Tahu karena dapat cerita dari orang tua,” aku perempuan kelas 3 SDN di Ngliman. Selain tahu tentang garis keturunan, dia juga diminta untuk merawat kuncung. Tidak boleh dipotong sebelum masuk usia baligh. Dia mendapat cerita dari orang tua, bila dipotong sebelum masa baligh maka dia akan mendapatkan dampak negatif. Bisa dapat kesialan. Kena sakit atau hal lain yang bisa memengaruhi hidupnya.

Meski banyak aturan yang melekat pada tradisi tersebut, Pebi merasa senang terpilih sebagai anak yang dipercaya ikut merawat kuncung. Sebagai anak-anak, dia pun penasaran dengan banyak hal. Dari sejarah awalnya hingga makna dari tiap ritual yang digelar pada saat mereka melakukan persiapan untuk potong rambut kuncung dan gombak.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono Raih JP Radar Nganjuk Awards 2023

Hingga kini, Pebi belum mendapatkan jawabannya. Indiasri, 36, ibunya, juga tidak tahu banyak cerita tentang itu. Selama ini dia mendapatkan cerita dari mertuanya Lasmirah. Dari mertuanya itu diketahui jika pelaksanaan ritual pada gombak kuncung ini mengikuti kebiasaan dari orang tua serta kakek dan neneknya. Bahkan, disebutkan bila tidak ada yang berubah dengan pelaksanaan ritual untuk proses potong rambut dari dulu hingga sekarang.

Karena keberadaan gombak kuncung ini masih terjaga dengan baik, keluarga gombak kuncung ini berharap agar pemerintah bisa mengenalkan tradisi tersebut ke anak-anak di Kota Angin. Sunarti, 41, salah satu orang tua gombak kuncung, berharap tradisi ini bisa masuk sebagai pelajaran di sekolah. Khususnya untuk warga di Kota Angin.

“Kalau diajarkan ke anak-anak tingkat TK atau SD, tradisi ini bisa terus dilestarikan dan tidak terputus,” imbuh ibu tiga anak itu. Harapannya, masyarakat Nganjuk bisa mengenal tradisi gombak kuncung lebih baik lagi. Dan pekerjaan yang harus diselesaikan adalah menyusun sejarahnya dan memahami semua makna pada setiap ritual yang digelar khusus untuk gombak kuncung. Tradisi ini diharapkan bisa melengkapi kegiatan Siraman Sedudo yang sudah cukup populer di masyarakat Nganjuk.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Jelajah Desa #desa #unik #tradisi