Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berprestasi di Tingkat Nasional, SMAN 1 Patianrowo Raih Penghargaan SMAN Terinovatif

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 18 September 2023 | 20:47 WIB
BERPRESTASI: Kepala SMAN 1 Patianrowo Pujianto (tengah) menerima penghargaan SMAN Terinovatif dari Wakil Ketua DPRD ulum Basthomi didampingi Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad.
BERPRESTASI: Kepala SMAN 1 Patianrowo Pujianto (tengah) menerima penghargaan SMAN Terinovatif dari Wakil Ketua DPRD ulum Basthomi didampingi Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad.

SMAN 1 Patianrowo (Smapat) berhasil meraih penghargaan SMAN Terinovatif di Jawa Pos Radar Nganjuk Awards 2023. Kategori ini didapatkan karena kesuksesan sekolah ini dalam menerapkan pembelajaran secara kontekstual pada siswa. Dengan dukungan penuh dari Kepala SMAN 1 Patianrowo Pujianto, sekolah ini banyak lahirkan inovasi keren.

”Penghargaan Jawa Pos Radar Nganjuk Awards 2023 kategori SMAN Terinovatif jatuh pada SMAN 1 Patianrowo,” ujar Cacun Havana, MC Jawa Pos Radar Nganjuk Awards 2023. Tepuk tangan bergemuruh dari tamu undangan mengiringi langkah Kepala SMAN 1 Patianrowo Pujianto naik ke panggung. Dia menerima penghargaan langsung dari Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad. “Alhamdulillah terima kasih banyak atas penghargaan yang diberikan kepada kami. Ini merupakan apresiasi terbaik,” ujar Pujianto.

Smapat dikenal sukses menorehkan inovasi keren dan menjadi sekolah penggerak berinovasi di Kabupaten Nganjuk. Sistem pembelajaran di SMAN ini adalah kontekstual. “Kontekstual itu adalah pembelajaran yang bermakna. Siswa tidak hanya dibekali teori, namun juga praktik,” jelasnya kepada wartawan koran ini. Pembelajaran kontekstual ini menerapkan 70 persen teori dan 30 persen praktik.

Hal ini dilakukan supaya bisa mengasah sifat kemandirian siswa, life skill, dan kecakapan hidup di kemudian hari. Serta, dapat memaksimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) guru dan memanfaatkan praktisi. “Kami juga mengenalkan tiga dunia pada siswa. Yaitu dunia usaha, dunia industri, dan dunia kampus,” ungkap Pujianto.

Poin tersebut sangat penting. Karena tidak semua siswa akan melanjutkan ke jenjang pendidikan. Inovasi keren yang sudah diciptakan sekolah ini adalah pembuatan minuman herbal. Yang berasal dari salah satu tema Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yakni tema Berjuanglah Jiwa dan Raga. Minuman herbal ini dibuat dari rempah-rempah tradisional, seperti kunyit dan jahe. Uniknya, hasil inovasi ini juga diteruskan pada tema Kewirausahaan. Di mana siswa bisa mengemas minuman herbal tersebut untuk dijadikan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Namun untuk kewirausahaan ini kami masih belum memiliki pasarannya. Untuk praktiknya sudah berjalan lancar,” ujar Pujianto.

Dari tema ’Berjuanglah Jiwa dan Raga’ ini siswa juga diajarkan untuk memberikan edukasi langsung ke sekolah-sekolah di bawah SMA. Menjadi agen perubahan kesehatan reproduksi dengan memberikan edukasi langsung pada keluarga dan masyarakat. Poin pembelajaran kontekstual di sekolah ini sukses diterapkan.

Untuk diketahui, di tahun 2023 ini Smapat juga sukses borong 13 prestasi mulai tingkat kabupaten, tingkat provinsi, dan bahkan tingkat nasional. Ada pun total 99 siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Yakni 28 siswa melalui jalur SNBP, 24 siswa jalur SNBT, 2 siswa jalur SPANPTKIN, 5 siswa jalus SIPENMARU, 1 siswa jalur prestasi, dan 39 siswa jalur Mandiri. “Melalui inovasi-inovasi yang keren, semoga ke depannya bisa memberikan pengalaman baru kepada anak didik dan juga guru-guru,” pungkas Pujianto

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pengharaan #prestasi #SMAN