Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Los di Pasar Kertosono Makin Sepi, Kok Bisa?

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 11 September 2023 | 17:36 WIB
MULAI DITINGGALKAN: Los di Pasar Kertosono semakin sepi penjualnya. Mereka memilih berjualan di luar pasar karena pembeli lebih suka berbelanja dengan sistem drive thru.
MULAI DITINGGALKAN: Los di Pasar Kertosono semakin sepi penjualnya. Mereka memilih berjualan di luar pasar karena pembeli lebih suka berbelanja dengan sistem drive thru.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Puluhan pedagang sayur Pasar Kertosono sepertinya tidak betah berjualan di blok 4. Mereka memutuskan untuk mengosongkan los yang telah disediakan Pemkab Nganjuk. Dan memilih membuka lapak baru di luar pasar. Akibatnya, pasar menjadi sepi.


Pedagang pasar berbondong-bondong meninggalkan losnya karena tempat yang baru mereka huni sejak tiga bulan lalu terlalu sempit. Menurut Susanto, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kertosono, ukurannya hanya 1,6x1,8 meter. “Bagi para pedagang, tempatnya terlalu sempit,” ungkapnya.


Los yang kini ditempati pedagang itu tidak sesuai dengan ekspektasi. Dulu, mereka mengira tempat untuk berjualan sama dengan luas sebelum terjadinya kebakaran.


Sepinya pembeli itu dirasakan Fatimah, 49, pedagang sayur yang masih bertahan di blok 4. Menurutnya, konsumen enggan masuk ke dalam los karena pedagang sudah banyak ada di luar pasar.


Dia pun mendesak Pemkab Nganjuk melalui dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) agar segara melakukan penertiban. Harapannya, yang berjualan di luar bisa kembali masuk ke los.


Pedagang asal Kelurahan Banaran itu pun mengaku heran kepada rekan-rekannya yang memilih berjualan di luar. Dia mengatakan, tempat yang disediakan Pemkab Nganjuk meskipun sempit, nyaman untuk ditempati. “Listrik sudah gratis, retribusi gratis, kebersihan gratis, dan wifinya gratis juga,” imbuh Fatimah.


Selain fasilitas yang serba gratis, perempuan 49 tahun itu pun mengaku suka menempati los karena tempatnya tidak panas. “Kalau di dalam kan mau jualan sampai jam berapa pun tetap nyaman karena enggak kepanasan,” papar Fatimah.


Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko mengatakan, Pasar Kertosono saat ini masih dalam tahap penataan. Dia membenarkan jika ada beberapa kios yang masih kosong. Terkait hal itu, dinasnya tidak bisa memaksa para pedagang untuk segera menempati lapaknya. Apalagi ada pedagang yang hingga saat ini belum punya modal untuk berjualan lagi.


“Kalau untuk blok 1 dan 2 itu memang beberapa pedagang masih ada yang terkendala modal, kalau di blok 3 sudah hampir full,” ujarnya. Adapun untuk blok 4 banyak los yang kosong. Dia berdalih bila kosongnya kios itu disebabkan karena para pedagang berjualan saat dini hari.


Mereka biasanya buka untuk berjualan sekitar pukul 01.00 hingga pagi hari. “Ada pula beberapa pedagang dari tempat relokasi juga masih belum dapat tempat,” akunya. Haris berjanji akan menertibkan para pedagang yang berjualan di luar. Hanya saja untuk waktunya belum bisa dipastikan. Dia perlu melakukan pendekatan kepada para pedagang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pasar #sepi #nganjuk