Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Saat Tidur, Rambut Gombak Tetap Dikuncir

Iqbal Syahroni • Jumat, 8 September 2023 | 18:20 WIB

Photo
Photo

Anak laki-laki yang punya gombak di Desa Ngliman, Sawahan rata-rata sudah masuk usia sekolah. Agar anak tetap rapi, orang tua selalu menyediakan waktu untuk menguncir gombak sebelum berangkat ke taman kanak-kanak dan sekolah.

Salah satu kebiasaan menguncir gombak adalah Sunarti. Ibu 38 tahun itu punya dua anak laki-laki kembar yang kini masuk taman kanak-kanak (TK). Sebelum mengantarkan anaknya ke TK, ibu tiga anak itu selalu meluangkan waktunya untuk menata rambut anak kembarnya agar tampak rapi. “Hampir setiap pagi, menguncir rambut gombak anak-anak,” aku Sunarti. Istri Lunari itu membutuhkan waktu setengah jam untuk menguncir gombak dua putranya. Sebelum dua anaknya beraktivitas di luar rumah, rambut gombak anaknya Azka dan Azmi harus dikuncir.

Sudah kewajibannya untuk merapikan penampilan anak kembarnya. Selain untuk kerapian, kuncir gombak menjadi salah satu cara untuk melindungi rambutnya agar tidak terpotong. Apalagi sekarang rambut anaknya sudah lumayan panjang. Dia khawatir, gombak anaknya ketarik. Atau terjadi insiden lain yang bisa melanggar pantangan.

Baca Juga: Disnaker Menggelar Pelatihan Kompetensi untuk Pencari Kerja

“Saya tidak ingin anaknya jadi sakit,” ungkapnya. Sebab, jika gombaknya sampai ketarik dan menyebabkan rambutnya tercerabut bisa membuat anaknya menjadi sakit. Jika tidak sakit, anak yang gombak kuncungnya dipotong sebelum baligh bisa berdampak pada perilaku negatif. Bisa saja anak menjadi nakal.

Nah, kuncir gombak baru itu akan dilepas saat mereka mandi saja. Dan kedua ketika anak kembarnya merasa sumuk. Pada saat tidur, rambutnya tetap dalam posisi dikucir atau dikepang.
Meski rambut anak kembarnya berbeda dengan teman-teman di kelasnya, mereka tidak pernah di-bully. Yang membuat perempuan asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon lega, anak kembarnya merasa bangga punya gombak. “Mereka bilang kalau rambutnya keren,” ucapnya.

Dia pun merasa lebih mudah merawat gombak dibanding kuncung. Anak kembarnya bahkan tidak pernah protes dengan model rambutnya yang hanya panjang sebagian pada sisi belakang kepala.
Sunarti pun merasa bangga anak-anaknya masih memiliki garis keturunan dengan leluhur. Dia sudah merasakan semua punya anak yang memiliki rambutnya harus dibuat gombak hingga dikuncung.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Jelajah Desa #desa #rambut #unik