Jelang berakhirnya masa jabatan Bupati Marhaen Djumadi, masyarakat Nganjuk mulai membicarakan bagaimana Nganjuk pasca-Kang Marhaen. Siapa Penjabat (Pj) bupati yang akan ditunjuk dan bagaimana Nganjuk ke depannya?
Dari sisi pemerintahan, pergantian bupati dengan Pj Bupati sebenarnya hal yang biasa. Karena pergantian tersebut diatur secara jelas oleh kementerian dalam negeri. Namun sebagian masyarakat sudah terlalu dekat dengan Kang Marhen sebagai Bupati yang merakyat, peduli, peka dan memiliki rasa empati yang tinggi sesuai dengan makna namanya Marhaen, berasal dari kata marheinisme adalah sebuah faham yang dicetuskan oleh Soekarno. Marheinisme ingin menghilangkan penindasan, penganiayaan, pemerasan serta sebuah keinginan adanya masyarakat yang adil dan makmur melalui kemerdekaan nasional dengan adanya demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.
Nilai mulia tersebut sudah di-break down oleh Kang Marhen saat menjadi Bupati yang memiliki jiwa prorakyat kecil, memiliki kepedulian, memacu perkembangan ekonomi, menyelesaikan permasalahan rakyat kecil dan menjadi pelayanan rakyat yang sesungguhnya. Pertanyaannya sekarang? Bagaimana kita mengapresiasi perjuang Kang Marhen di akhir masa jabatannya, disamping sebagai upaya mengokohkan persatuan masyarakat Nganjuk, dan sebagai bentuk ucapan terima kasih pada Beliau ??? Editor : Anwar Bahar Basalamah