NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Si jago merah mengamuk di PT Mitra Saruta di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, kemarin. Petugas pemadam kebakaran mendapat laporan kebakaran sekitar pukul 10.45. Api membara di gudang bahan pembuatan sarung tangan.
Dua armada dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) dikirim untuk menjinakan amukan si jago merah. Kabid Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Damkarmat Nganjuk Yudi Satrian Hadi mengatakan, butuh waktu cukup lama memadamkan kebakaran tersebut. Sebab yang terbakar bagian atap dan mesin.
“Pemadaman selesai sekitar pukul 12.15,” aku Yudi kepada Jawa Pos Radar Nganjuk. Petugas belum mengetahui berapa kerugian akibat peristiwa tersebut. Namun, Yudi memastikan bila tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Belum diketahui berapa kerugian dari peristiwa itu. Terkait dengan adanya unsur kelalaian, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto mengaku, saat ini masih di tangani Polsek Rejoso. “Masih diselediki,” ujar perwira balok tiga di Pundak itu.
Baca Juga: BPBD Nganjuk Dropping Air ke Mojoduwur Ngetos
Sayangnya, PT Mitra Saruta tidak berkenan dikonfirmasi. Ketika wartawan koran ini ke lokasi, petugas jaga di pintu gerbang menolak memberikan keterangan. “Tidak boleh masuk,” kata salah satu penjaga pintu gerbang.
Kebakaran tidak hanya terjadi di PT Mitra Saruta. Di tempat berbeda, kebakaran juga melalap sebuah mobil dan ruko. Kebakaran ruko terjadi pada Selasa (5/9) dinihari. Pemiliknya adalah Dedi Setiawan, 38, asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret.
Ruko seluas 6x8 meter itu terbakar dari jam 04.00 hingga pukul 05.30. Petugas Damkarmat Kabupaten Nganjuk juga memadamkan api tersebut agar tidak menyebar ke rumah tetangga.
Dedi menghitung ada kerugian sebesar Rp 150 juta. Karena barang-barang seperti HP, laptop, komputer, kabel optic, sampai wifi hangus terbakar. “Sekarang pembersihan dulu, urusan lain belakangan saja,” ujar Dedi.
Sedangkan pada Senin (4/9) lalu, di tempat terpisah terjadi kebakaran Pajero di depan Terminal Nganjuk. “Tidak ada korban jiwa, hanya mobil saja yang terbakar,” imbuh Sujito, Kepala Damkarmat Nganjuk.
Mobil milik Wahyu Setiaji, 30, warga Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya itu diduga terbakar karena ada korsleting.