NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bupati Marhaen Djumadi menginginkan Kota Angin menjadi gudang atlet berprestasi. Keinginan itu dikatakan Kang Marhaen –sapaan akrab Marhaen Djumadi, saat membuka Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis di GOR Begadung, Rabu (30/8).
Kang Marhaen mengatakan, Nganjuk berasal dari kata ‘Anjuk Ladang’. Yang memiliki arti Tanah Kemenangan. Sehingga, anak Nganjuk memiliki gen pemenang. Adanya kejuaraan tersebut juga menjadi sarana melahirkan atlet-altet hebat. Khususnya, dari cabang olahraga bulutangkis.
“Semoga dengan sering diselenggarakan kejuaraan seperti ini muncul atlet-altet hebat asal Nganjuk. Tidak hanya bulutangkis. Namun berbagai olahraga lainnya. Sehingga bisa membawa harum nama Nganjuk,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Kang Marhaen, prestasi juga bisa dipakai untuk mengejar masa depan atlet. Dengan kata kunci adalah kerja keras dan pantang menyerah. “Dengan kerja keras prestasi akan tercapai,” pesannya.
Untuk diketahui, kejuaraan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur Tony Wahyudi dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nganjuk. Termasuk Ketua KONI Nganjuk Ali Mahfud.
Kehadiran Tony di Kota Angin juga dalam rangka melantik pengurus PBSI Nganjuk yang baru. Saat ini tongkat komando PBSI Nganjuk dipegang oleh Mashudi. Pria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk ini menggantikan Gondo Hariyono di induk organisasi olahraga bulutangkis itu.
Pelantikan ditandai penandatanganan berita acara dan surat keputusan. Yang menandatangani adalah Tony Wahyudi dan Mashudi. Atas pelantikan itu, Kang Marhaen berharap prestasi bulutangkis di Kota Angin semakin meningkat. Baik di kancah regional, nasional, bahkan internasional. “Selamat dan sukses atas pelantikannya. Semoga bulutangkis Nganjuk semakin berprestasi,” tandas Kang Marhaen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah