Kecamatan Rejoso menjadi penghasil bawang merah nomor satu di Kota Angin. Yang membuat wilayah itu sebagai surganya bawang merah karena kesburan tanah dan pola tanam petani yang terbilang kompak.
Ada kenaikan luas lahan tanam di Kecamatan Rejoso tahun ini. Menurut Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo, kenaikan lahan yang ditanam mencapai 56 hektare. “Juli tahun lalu, luas lahan yang ditanam 3.050 hektare. Tahun ini diwaktu yang sama 3.106 hektare,” papar Mulsim kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Diakui Muslim, hingga Juli lalu sudah lebih dari 50 persen petani memanen berambangnya. Sesuai catatan dinas pertanian, luas lahan panen mencapai 1.836 hektare. Angka itu naik bila disbanding dengan tahun lalu di waktu yang sama. Pada Juli tahun lalu, luas panennya 1.830 hektare.
Muslim mengatakan, kerbedaan luas panen di Kecamatan Rejoso tidak terlalu jomplang. “Dari tahun ke tahun, jumlah kenaikan dan turunnya hampir sama,” ungkap Muslim.
Baca Juga: Wow! Pria 74 Tahun Asal Tanjunganom Nganjuk Ini Dapat Ganti Rugi Tol Kediri-Kertosono Sebesar Rp 1,89 M
Munculnya perbedaan luas tanam setiap tahun di Kecamatan Rejoso itu bukan karena ada petani yang buka lahan baru. Penambahan luas lahan tersebut disebabkan karena waktu tanamnya mundur. “Jadi perubahan luas lahan tanam itu bukan karena adanya perubahan pola tanam padi menjadi bawang merah seperti di Kecamatan Gondang,” ucapnya.
Yang menarik dari pertanian berambang di Kecamatan Rejoso adalah mereka mampu menjaga produksinya tetap stabil. Cara petani menjaganya adalah dengan organisasi kelompok tani yang baik. Pola tanam cenderung serentak karena kelompok taninya kompak. Mereka biasanya sudah mentapkan jadwal untuk tanam dan waktu panen. “Tanah yang subur membuat hasilnya menjadi maksimal. Kualitas berambangnya bagus-bagus,” lanjut Muslim. Hasil yang bagus itu tidak hanya disebabkan karena kualitas tanah tetapi pola pengairan dan pemeliharaan di Kecamatan Rejoso dikelola dengan sangat baik.
Mantan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk itu mengatakan, panen berambang di Rejoso tahun lalu terjadi selama Agustus hingga Desember. Sepertinya panen diwaktu yang sama juga terjadi tahun ini. Menariknya di akhir Juli, petani panen lebih awal.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah