Sejak tiga tahun terakhir, petani di Kecamatan Gondang berbondong mengubah jenis tanaman mereka. Lahan pertanian yang awalnya ditanami padi kini berubah menjadi berambang.
Perubahan jenis tanaman itu menjadi catatan khusus Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gondang. Mereka mencatat, selama tiga ini sudah ada 500 hektare lahan padi yang berubah menjadi bawang merah. Alasan mereka berpaling dari padi ke berambang karena risiko rendah dan keuntungan yang melimpah.
“Bulan ini saja, laporan dari Desa Karangsemi ada sekitar 15 hektare lahan padi yang berubah menjadi bawang merah,” ujar Suyatmi, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Gondang. Perubahan jenis tanaman padi ke bawang merah itu diikuti desa-desa lain seperti Pandean, Campur, Sumberjo, dan Balonggebang.
Perubahan tanaman padi ke berambang itu bukan tanpa sebab. Petani padi mulai merasa kewalahan menghadapi hama tikus yang selalu menyerang sawah mereka. Obat pembasmi tikus tidak bisa mencegah serangannya. Kerusakan akibat serangan hama tikus itulah membuat petani rugi karena gagal panen.
Selain rentan karena gagal panen, harga padi pada saat panen raya cenderung murah. “Risikonya besar, harganya tidak sebanyak panen bawang merah,” ungkap perempuan asal Desa Balonggebang itu.
Berbeda dengan tanaman bawang merah. Meski punya risiko yang sama, tapi hasil dari bawang merah cukup menggiurkan dari pada padi. Jika dikalkulasi, keuntungan bawang merah itu lebih banyak dari pada padi.
Dia mencontohkan pemanfaatan untuk lahan seluas 1 hektare. Perputaran uang untuk tanaman padi berkisar Rp 36 juta. Sedangkan perputaran uang untuk bawang merah mencapai Rp 130 juta. “Hasil lebih besar di bawang merah,” lanjut Yatmi.
Yang membuat perputaran uangnya besar adalah karena modal di bawang merah. Untuk lahan satu hektare dibutuhkan modal sebesar Rp 60 juta sampai Rp 70 juta. Sedangkan untuk padi, hanya butuh modal Rp 15 juta untuk lahan satu hektare. Oleh karena itu, petani yang beralih ke bawang merah biasanya sudah siap dengan modal yang besar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah