Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ular Kayu Masuk Rumah, Bikin Geger Warga Jogomerto Tanjunganom

Iqbal Syahroni • Selasa, 22 Agustus 2023 | 17:58 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–
Ular kayu (Calloselasma Rhodostoma) mengancam keluarga Adi Bagas asal Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom. Ular berbisa itu sempat bersembunyi di rumah pria berusia 23 tahun tersebut sejak 09.00, kemarin.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, pagi itu, Adi yang baru pulang membeli air isi ulang dari galon mendapati seekor ular yang meliuk-liuk masuk ke dalam sela pintunya.

Ular itu membuatnya panik. Sat itu dia mencoba mengejarnya untuk mencegah agar tidak mendekat dan mencelakai keluarganya.

Sial, ular yang dia kejar tidak kunjung ditemukan. Karena merasa waswas keluarganya bisa digigit ular, ia pun meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga: Kakek Asal Tanjunganom Dapat Ganti Rugi Tol Kediri-Kertosono Sebesar Rp 1,38 Miliar, Ini Pengakuannya

“Ular itu sempat bersembunyi di dalam rumah dan keluar lagi, sampai tidak tahu keberadaannya,” ujar Sujito, Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk.

Empat petugas damkarmat dikirim untuk mencari ular yang berbahaya itu. Sujito mengatakan, langkah Adi menghubungi damkarmat patut diapresiasi. Petugas bisa meminimalisir risiko serangan ular terhadap warga karena petugas sudah terlatih.

Sujito mengatakan, empat petugas Damkarmat Kabupaten Nganjuk yang datang berasal dari pos Tanjunganom. Mereka melakukan penyisiran di sekitar rumah Adi. Dari dapur, kamar mandi, sampai ke luar rumah.

Sempat terlihat ular tersebut masuk ke sela-sela galon air mineral. Saat dikejar, ular itupun pergi ke luar rumah. Petugas yang cekatan bisa mengamankannya. “Beruntung tidak ada korban yang kena gigitan ular itu,” ujar pria yang akrab disapa Jito Damkar.

Baca Juga: Sekretariat DPRD Nganjuk Meriahkan Karnaval HUT Ke-78 Republik Indonesia

Ular berukuran 30 sentimeter memiliki bisa yang mematikan. “Pada dasarnya, seluruh ular memang harus dianggap berbahaya. Karena tidak sembarang orang bisa dengan baik mengatasinya,” papar Jito Damkar.

Saat ini, ular berbisa itu masih dibawa ke Kantor Damkarmat Kabupaten Nganjuk Pos Tanjunganom. Rencananya, ular tersebut akan diserahkan ke BKSDA Kediri.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ular berbisa #ular viper #bikin geger warga #ular tanah