Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kakek Asal Tanjunganom Dapat Ganti Rugi Tol Kediri-Kertosono Sebesar Rp 1,38 Miliar, Ini Pengakuannya

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 22 Agustus 2023 | 17:51 WIB

Photo
Photo
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- ­Taufiq Wibowo menjadi lansia miliarder kemarin. Kakek berusia 71 tahun asal Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom itu mendapat uang ganti rugi Tol Kediri-Kertosono (Keker) di atas Rp 1 miliar. Tepatnya, Rp 1,38 miliar. Pencairan ganti rugi Tol Keker dilaksanakan di Balai Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom. “Sawah Pak Taufiq seluas 2.063 meter persegi yang kena Tol Kediri-Kertosono,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Keker Kartika Sari saat ditemui wartawan koran ini kemarin.

Untuk pembayaran uang ganti rugi Tol Keker tidak dilakukan secara cash. Namun, non-tunai atau transfer. Taufiq dan penerima ganti rugi Tol Keker wajib membuka rekening tabungan di salah satu bank. “Biar aman,” ujar Kartika.

Selain Taufiq, ada 19 warga juga menerima ganti rugi. Total pencairan untuk 20 warga tersebut sebesar Rp 11,8 miliar. Pencairan disaksikan langsung Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk Agus Frihannedy. “33 bidang tanah dan 2 bidang saluran air yang kena proyek strategis nasional (PSN) ini,” ujar Kartika.

PPK Tol Keker berhijab ini mengatakan, sebenarnya untuk penerima ganti rugi Tol Keker di Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom ada 33 orang. Sayang, 13 calon penerima ganti rugi masih belum clear administrasi kepemilikan tanahnya. Sehingga, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) belum menyetujui pembayaran ganti rugi.

Baca Juga: Sekretariat DPRD Nganjuk Meriahkan Karnaval HUT Ke-78 Republik Indonesia

Lebih jauh, Kartika mengatakan, jika sebenarnya, warga yang terdampak Tol Keker ini mendapatkan keuntungan. Karena pemerintah membayar tanah yang terkena dampak Tol Keker lebih mahal dari harga pasaran. Untuk itu, uang yang diterima warga mencapai ratusan juta hingga di atas Rp 1 miliar. “Ini namanya ganti untung karena pemerintah membayar tiga kali lipat dari harga pasaran,” imbuhnya.

Photo
Photo


Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah Tol Keker Yeri Agung Nugroho mengatakan, dari 13 calon penerima ganti rugi Tol Keker tersebut, empat warga kemungkinan besar akan menerima minggu ini. Karena kabarnya, berkas keempat warga tersebut sudah beres. Sedangkan, berkas sembilan warga masih dalam proses. “Mudah-mudahan semuanya segera mendapat persetujuan dari LMAN. Sehingga, bisa cair semua,” harapnya.

Terpisah, Taufiq Wibowo mengaku senang menerima uang Rp 1,38 miliar dari ganti rugi Tol Keker. Dia berencana menggunakan sebagian uang untuk membeli sawah. “Sebagian uang akan saya bagikan ke anak-anak sebagai warisan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pencairan ganti rugi Tol Keker di Kabupaten Nganjuk kemarin adalah yang kedua. Sebelumnya, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom telah menerima ganti rugi Tol Keker pada 28 Juli. Saat itu, 11 warga menerima ganti rugi sebesar Rp 2,2 miliar.

Baca Juga: Ini Cara Kalkulasi Keuntungan Petani Berambang di Kecamatan Gondang Nganjuk

Tol Keker ini memiliki panjang 20,75 kilometer. Tol tersebut melewati dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kediri dan Nganjuk dengan mencakup lima kecamatan dan 22 desa. Untuk Kabupaten Nganjuk ada tiga kecamatan yang dilewati yaitu, Kecamatan Prambon, Tanjunganom, dan Sukomoro. Tol Keker ini merupakan proyek strategis nasional (PSN) untuk mendukung bandara internasional di Kediri yang saat ini sedang dibangun.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tanjunganom #tol kediri kertosono #tol #ganti rugi