Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Petani Berambang di Nganjuk Rekrut Warga Luar Desa untuk Ombyok dan Pitil

Iqbal Syahroni • Jumat, 18 Agustus 2023 | 20:48 WIB

Photo
Photo

Tidak berlebihan bila menyebut roda ekonomi warga di Kecamatan Gondang hanya berkutat di bawang merah. Mulai dari proses tanam hingga pasca panen, warga antar desa akan saling bertandang untuk memenuhi kebutuhan kerja. Mereka tidak saja menjadi buruh saat tanam tetapi juga direkrut untuk buruh ombyok dan pitil pasca panen.

Seperti kerja pitil berambang, kegiatan itu biasanya dilaksanakan setelah penjemuran selama 3-5 hari. Agar prosesnya bisa cepat, petani di Kecamatan Gondang pasti akan merekrut butuh pitil dari desa lain. “Seperti di (desa) Balonggebang, saat ini masih proses pitil berambang, dan kebanyakan datang dari desa lain seperti dari Desa Ngujung atau Desa Campur,” ujar Didik Wahyudi, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gondang.

Bantuan buruh pitil dari desa tetangga itu terpaksa dilakukan karena mengandalkan untuk satu desa saja tidak ak an cukup. Pada saat musim panen, akan banyak spot pitil berambang. Karena itu, mereka harus berbagi dengan desa lain. Rata-rata yang melakukan pitil berambang ini adalah ibu-ibu. Tradisi merekrut buruh pitil dari desa lain itu sudah berlangsung lama.

Didik mengungkapkan, banyaknya buruh pitil dari desa lain itu disebabkan karena pola tanam di Kecamatan Gondang yang tidak pernah serentak. “Jadwal tanam di tiap desa pasti beda-beda,” ungkapnya.

Seperti di Desa Mojoseto dan Karangsemi, selisih tanamnya bisa 10 hari sampai 20 hari. “Jadi pada saat petani di Desa Ngujung sedang panen, kegiatan pertanian di Desa Balonggebang sudah pitil,” terang Didik.

Sebelum mempekerjakan warga desa lain, mereka akan memprioritaskan keluarga dari desa yang sama. Mereka akan direkrut untuk bekerja sebagai buruh pitil dan ombyok. Seperti kegiatan ombyok di rumah Mulyono, 42, warga Desa Ngujung, Kecamatan Gondang. Mereka yang terlibat untuk menjadi buruh ombyok dan pitil adalah keluarga besarnya, tetangga rumah dan warga dari luar desa.

Baca Juga: Mantan Bupati Novi Dapat Diskon Masa Tahanan Tiga Bulan

“Selain keluarga dan tetangga juga ada dari warga dari desa sebelah,” akunya. Bagi warga di Kecamatan Gondang, kegiatan ombyok dan pitil ini sudah mendarah daging. Mereka terbiasa melakukannya sudah sejak lama. Sehingga saat ada petani yang akan ombyok dan pitil, mereka pasti sudah siap untuk membantu. Upah dari ombyok dan pitil itu akan menjadi pemasukan tambahan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani #brambang nganjuk #petani brambang #brambang