Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk mengurangi angka pengangguran. Untuk itu, disnaker menggelar pelatihan berbasis klaster untuk para calon tenaga kerja (canaker).
Salah satu pelatihan tersebut berlangsung pada Rabu (16/8) hingga 10 hari ke depan. Yang mengikuti pelatihan kompetensi adalah 40 karyawan canaker PT Rimba Damai Sejahtera. Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Supiyanto.
Menurut Supiyanto, angka pengangguran di Kota Angin selalu bertambah. Salah satu faktornya adalah lulusan di tingkat SMA/SMK bertambah setiap tahun. Kemudian, lulusan itu tidak melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.
“Biasanya perusahaan membuka lowongan kerja, namun yang melamar atau diterima belum sesuai dengan kompetensi. Untuk itu, kami beri pelatihan agar calon pekerja ini memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Supiyanto pada pembukaan di aula Disnaker Kabupaten Nganjuk itu.
Lebih lanjut, Supiyanto menjelaskan, pihaknya tidak hanya sekali menggelar pelatihan berbasis kompetensi tersebut. Namun, beberapa kali kegiatan serupa juga dilaksanakan di beberapa perusahaan.
Mantan kepala disporabudpar ini berharap, peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Karena setelah pelatihan, mereka langsung bekerja di perusahaan yang dituju. “Semoga peserta mahir dan produktivitas meningkat,” harapnya.
Pembukaan pelatihan kompetensi tersebut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Nganjuk Moh. Imron, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Nganjuk Ninuk Siwi Suhartati, dan perwakilan PT Rimba Damai Sejahtera. Selain hadir, mereka juga menyerahkan perlengkapan pelatihan kepada peserta. Seperti tas ransel, alat tulis, dan seragam pelatihan.