Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Dilakukan Petani Berambang di Nganjuk agar Bibit Tidak Busuk

Iqbal Syahroni • Jumat, 18 Agustus 2023 | 18:05 WIB

Photo
Photo

Musim kemarau menjadi berkah bagi petani bawang merah di Kecamatan Gondang. Selain cocok untuk menanam bawang merah, sinar matahari di musim kemarau dianggap pas untuk menjemur umbi yang akan dijadikan bibit.

Suhu udara di Kota Angin saat ini mencapai angka 35-40 derajat celcius. Terik matari itu disebut berkah karena umbi yang disiapkan untuk bibit bisa dijemur cepat. “Jemurnya cukup satu sampai dua jam saja,” ujar Mardiyono, 57, petani bawang merah asal Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang.

Karena terik yang sangat panas, umbi berambang itu tidak bisa dijemur dalam waktu lama. Hal itu untuk menghindari berambang yang dijemur tidak menjadi matang. Untuk menghindari agar tidak kena terik, petani yang menyediakan umbi untuk bibit biasanya manambah pelindung dengan memberi daun pisang di atasnya.

Baca Juga: Soto Batu Cepoko Jadi Senjata

Lalu ketika tidak musim kemarau, para petani di Kecamatan Gondang butuh proses penjemuran berambang yang agak lama. Mereka biasanya mulai mengeluarkan berambang dari pagi, lanjut siang, hingga sore. Butuh waktu selama 7-8 jam. Karena saat penjemuran juga harus dibolak-balik.

Agar hasilnya maksimal, penjemuran bisa dilakukan paling lama satu minggu. Bagi Mardiyono, penjemuran umbi untuk bibit itu harus dilakukan untuk mencegah agar umbinya tidak busuk. Hampir setiap selesai panen, hampir tiap rumah di Desa Balonggebang, Gondang ada berambang yang dijemur di depan rumahnya.

Bukan saja di Desa Balonggebang, di Desa Ngujung, Kecamatan Gondang juga marak petani menjemur berambang merah. Seperti di tempat Mulyono, 42, petani asal Desa Ngujung, penjemuran berambangnya sudah memasuki hari keempat. “Di hari ketujuh sudah bisa diombyok dan sudah bisa digantung. Itu nanti yang akan dijadikan benihnya saja,” imbuh Mulyono.

Baca Juga: Wujud Peduli ke Masyarakat, Forpimcam Sukomoro Beri Bantuan ke Warga Kapas

Menurut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gondang Suyatmi, petani melakukan penjemuran umbi untuk bibit berambang selama 7 hingga 14 hari. “Alasan harus dijemur agar bawang merah yang kering bisa terhindar dari kerusakan yang disebabkan bakteri dan jamur,” tutup Suyatmi.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#brambang nganjuk #petani brambang #brambang #kota angin