Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Desa Cepoko, Kecamatan Berbek, ternyata memiliki potensi yang luar biasa. Hal itu terungkap saat tim Jawa Pos Radar Nganjuk dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan survei langsung. Tim yang dipimpin langsung Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad dan Rektor UMM Prof Dr Fauzan MPd itu melihat kondisi Desa Cepoko sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi yang dituju adalah sekitar Jembatan Cepoko yang diprakarsai Jawa Pos Radar Nganjuk bersama Daarut Tauhid (DT) Peduli dan Maybank Syariah.
Dengan didampingi Kepala Desa Cepoko M. Kholid dan perangkat desa setempat, Kum-panggilan akrab Kurniawan Muhammad bersama jajaran manajemen Jawa Pos Radar Kediri dan Rektor UMM Fauzan melihat prasasti Jawa Pos Radar Nganjuk tentang kondisi Desa Cepoko sebelum ada jembatan hingga setelah ada jembatan.
Sebelum ada jembatan, anak-anak Dusun Bayeman harus menyeberangi Sungai Kuncir dengan telanjang ke masjid yang ada di Dusun Tahunan. Baju dan sarung dibawa agar tidak basah. Kondisi itu terjadi selama puluhan tahun. Kemudian, setelah Jembatan Cepoko dibangun, mereka bisa berangkat Salat Jumat di Dusun Tahunan dengan tenang tanpa takut basah atau tenggelam. “Jembatan Cepoko ini sangat vital,” ujar Prof Fauzan.
Baca Juga: Wujud Peduli ke Masyarakat, Forpimcam Sukomoro Beri Bantuan ke Warga Kapas
Kemudian, Fauzan bersama rombongan menuju ke Dusun Tahunan yang ada di seberang Dusun Bayeman. Rombongan harus berjalan beriringan di atas jembatan gantung tersebut. Saat di atas jembatan, rombongan bisa melihat Sungai Kuncir yang dipenuhi dengan bebatuan. Batu berukuran besar-besar itu tidak tersebar hingga bantaran sungai. “Bisa untuk flying fox dengan nuansa wisata alam yang masih natural ini,” ujar Fauzan.
Baca Juga: The Carnival Nganjuk Bersiap Kibarkan Bendera Putih, Gulung Tikar?
Namun demikian, untuk menyulap Desa Cepoko menjadi desa wisata, UMM tidak mau gegabah. Pemetaan akan dilakukan terlebih dulu. Ini dilakukan untuk mengetahui lebih detil potensi sebenarnya yang bisa dikembangkan di Desa Cepoko. “Pemetaan juga dilakukan untuk mengetahui dukungan dari warga setempat tentang program yang akan dijalankan. Karena dukungan warga itu sangat penting,” ujarnya.
Untuk itu, Fauzan mengatakan, UMM akan menerjunkan mahasiswa dengan didampingi dosen untuk melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Cepoko. Mereka akan memetakan potensi Desa Cepoko secara detil.
Terpisah, Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad mengatakan, Jawa Pos Radar Nganjuk selalu berusaha keras membantu warga. Pembangunan Jembatan Cepoko adalah salah satunya buktinya. Termasuk, dengan mengajak UMM berkolaborasi mengembangkan Desa Cepoko sebagai desa wisata di Kabupaten Nganjuk. “Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Baca Juga: Selfie di Tengah Rel Kereta Api Mulai Marak di Nganjuk, Ini Kata PT KAI
Kum mengatakan, dukungan warga, perangkat desa, dan pemerintah daerah sangat diharapkan untuk mewujudkan meningkatkan perekonomian di Desa Cepoko lewat desa wisata. Karena secara potensi, Desa Cepoko memiliki. “Potensi yang ada itu harus dimaksimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kades Cepoko M. Kholid mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan dukungan Jawa Pos Radar Nganjuk. Kholid dan warga mengaku siap mendukung program-program di desanya yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. “Kami selalu siap memberikan dukungan. Semoga segera terealisasi program Desa Wisata Cepoko,” ujar kades dua periode ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.