Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

The Carnival Nganjuk Bersiap Kibarkan Bendera Putih, Gulung Tikar?

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 16 Agustus 2023 | 20:17 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pengelola The Carnival bersiap mengibarkan bendera putih. Karena kerugian yang dialami pengelola mencapai ratusan juta rupiah. Padahal, The Carnival baru beroperasi sekitar sepuluh bulan. Kerugian diprediksi akan terus dialami. Mengingat pengunjung di objek wisata yang sebelumnya bernama Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) ini semakin sepi setiap hari. “Peluang untuk melanjutkan kerja sama dengan pemkab untuk The Carnival sangat kecil,” ungkap Rizky Pramudya, pengelola The Carnival.

Sebagai pengusaha, Rizky mengaku harus bisa membaca peluang. Dia melihat kondisi The Carnival sangat sulit untuk dikembangkan di Kota Angin. Berbagai upaya telah dilakukan. Mulai dengan menggelar berbagai event hingga menyediakan banyak wahana permainan. Sayang, pengunjung tetap saja sepi. Bahkan, manajemen akhirnya memutuskan melakukan efesiensi dengan pengurangan 30 karyawan dan mengganti jam operasional The Carnival dari pagi sampai malam menjadi pagi sampai sore hari. “Berat jika kami harus melanjutkan,” ujarnya.

Saat ini, Rizky mengaku hanya bisa bertahan. Efesiensi dilakukan agar kerugian tidak semakin besar. Dia belum tahu apakah akan melanjutkan kerja sama dengan membayar sewa Rp 125 juta di bulan September nanti atau tidak. Karena untuk operasional saja, pengelola mengalami kesulitan.

Baca Juga: Miris! The Carnival Nganjuk Hanya Setor PAD Rp 58 Juta

Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih mengatakan, kerja sama pemkab dengan pihak ketiga untuk pengelolaan The Carnival selama lima tahun. Terhitung mulai September 2022 hingga 30 September 2027. “Bulan depan itu, pihak ketiga harus membayar sewa sebesar Rp 125 juta per tahun,” ujarnya.

Handariningsih mengatakan, belum mengetahui apakah pihak ketiga akan memperpanjang sewa atau tidak. Karena hingga kemarin, belum ada pemberitahuan resmi terkait kelanjutan The Carnival. “Hanya sebatas lisan tentang keluhan pengunjung sepi yang disampaikan pihak ketiga,” ungkapnya.

Lalu bagaimana jika pihak ketiga mengakhiri kerja sama pengelolaan The Carnival? Handariningsih mengaku belum berpikir ke arah sana. Karena sampai kemarin, belum ada pemberitahuan secara tertulis soal itu. Namun, jika pihak ketiga berencana mengakhiri kerja sama maka disporabudpar akan melaporkan dulu ke Bupati Marhaen Djumadi. “Kami butuh pertimbangan langsung dari Pak Bupati soal itu,” ujarnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata #the carnival #gulung tikar