NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sepinya pengunjung The Carnival berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nganjuk. Karena tiket masuk wisata buatan yang sebelumnya bernama Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) ini menggunakan sistem sharing atau bagi hasil.
Sebagian uang dari penjualan tiket disetor ke Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk. Pembagiannya untuk tiket masuk Rp 15 ribu, sebanyak Rp 5.500 untuk PAD. Sedangkan, untuk tiket seharga Rp 20 ribu saat weekend, yang disetor untuk PAD sebesar Rp 8 ribu.
“Selama Januari-Juli 2023, pendapatan dari tiket masuk The Carnival baru 39,19 persen dari target Rp 148 juta setahun,” ujar Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih kemarin.
Baca Juga: Petani Berambang di Kecamatan Gondang Nganjuk Tidak Pernah Takut Rugi, Kok Bisa?
Jika dinominalkan maka uang tiket yang disetor pengelola The Carnival masih sekitar Rp 58 juta. Itu artinya, belum ada separo dari target. Padahal, waktu tersisa hanya sekitar lima bulan. “Harusnya Juli lalu sudah bisa mencapai separo target,” ujar Handariningsih-panggilan akrab Sri Handariningsih.
Meski demikian, kepala dinas berhijab ini mengaku bisa memahami kondisi The Carnival yang sepi pengunjung. Disporabudpar pun berusaha membantu memasarkan. Karena kerja sama antara pengelola dengan disporabudpar tersebut bertujuan untuk saling menguntungkan. Apalagi, sebelum dikelola pihak ketiga, TRAL dalam kondisi mengenaskan.
Sementara itu, Rizky Pramudya, pengelola The Carnival mengatakan, pendapatan dari tiket masuk The Carnival tidak disetor bulanan ke disporabudpar. Namun, harian. Berapapun uang yang didapat setiap hari akan langsung disetor. Jika tidak ada pengunjung maka pengelola juga tidak akan menyetor sepeser pun. “Ini sesuai dengan kesepakatan awal,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Pengakuan Para Guru di Kabupaten Nganjuk soal PPDB Jalur Zonasi, Ternyata...
Rizky mengakui, pendapatan tiket masuk yang disetor ke PAD Nganjuk tidak maksimal. Karena pengunjung The Carnival terus mengalami penurunan. Pihaknya pun tidak bisa mengurangi tarif tiket masuk. Karena sudah ditentukan terkait sharing pendapatan dari tiket masuk tersebut. “Yang bisa kami lakukan saat ini adalah efesiensi agar kerugian tidak semakin besar,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah