NGANJUK, JP Radar Nganjuk- The Carnival berusaha bertahan. Meski ngos-ngosan karena rugi puluhan juta rupiah per bulan tetapi pengelola tetap mengoperasikan The Carnival. Upaya yang dilakukan agar bertahan adalah dengan menggelar event. Tanpa event, tempat yang sebelumnya dinamai Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) ini akan terus sepi pengunjung. Di hari Senin sampai Jumat, angka pengunjung sangat sedikit. “Di hari kerja, tidak ada sepuluh pengunjung.
Bahkan pernah sehari tidak ada pengunjung,” terang Rizky Pramudya, pengelola The Carnival.
Jika tidak ada pengunjung sama sekali dalam sehari, maka The Carnival tidak setor pendapatan asli daerah (PAD) pada Pemkab Nganjuk. Biasanya The Carnival ada pengunjung saat weekend. “Hari Sabtu, hanya ada belasan pengunjung. Hari Minggu pun sama,” terang Devi Maya, 18, penjaga loket.
Regular event yang digelar adalah lomba mewarnai, lomba band anak, dan juga lomba anime costumes. Acara-acara seperti itu adalah bentuk upaya untuk kembali meningkatkan angka pengunjung. Dan saat ini wahana yang masih bisa dinikmati adalah bianglala, kora-kora, carnival games, kereta, mandi bola, Korean studio, mini zoo, mobil remote, dan area playground.
Baca Juga: Ini Cara Jitu Petani Berambang di Gondang Nganjuk agar Bisa Dapat Harga Tinggi
Seperti di hari Minggu (13/8), pantauan wartawan koran ini, The Carnival sedang memiliki sebuah acara lomba mewarnai. Yang mengundang anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI). Hal-hal seperti ini sangat membantu meningkatkan pengunjung. “Tanpa adanya event, selalu sepi. Kalau ada event seperti hari ini (kemarin, Red), sampai pukul 10.00 WIB sudah ada sekitar 30 pengunjung yang datang,” ungkap Maya-sapaan akrab Devi Maya.
Akibat dari sepinya pengunjung, beberapa wahana jadi mangkrak. Contohnya seperti bianglala, kora-kora, carnival game, dan lainnya. Tak hanya wahana, kini area Pasar UMKM juga mangkrak. Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) tak lagi menempati area Pasar UMKM di dalam The Carnival, dikarenakan sudah sepi pengunjung.
Maya mengatakan bahwa adanya event di hari Minggu adalah upaya yang dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih. Seperti yang telah dikatakan oleh Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk kepada wartawan koran ini saat dihubungi pada Jumat (11/8) lalu. Bahwa disporabudpar selalu berupaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung. “Kami terus berupaya. Contohnya menggelar lomba yang mengundang anak-anak SD maupun pendidikan anak usia dini (PAUD),” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah