Pola tanam berambang di Kecamatan Gondang agak berbeda dengan kecamatan lain. Petani di sana punya kalkulasi untuk mendapatkan harga tinggi meskipun harus panen tiga kali setahun. Cara jitu yang biasa mereka terapkan adalah dengan menanam lebih awal.
Menurut Suyatmi, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gondang, keuntungan menanam bawang merah lebih awal biasanya bisa merasakan harga tinggi.
Biasanya, ketika awal panen, jumlah berambang di pasar tidak begitu melimpah. ”Jadi setelah panen, mereka bisa jual dengan harga yang lebih tinggi. Tidak perlu disimpan,” ujar. Petani di Kecamatan Gondang agaknya sudah sangat paham dengan hukum pasar. Harga akan mengalami lonjakan bila ketersediaan barang sedikit dan permintaannya tinggi. Bawang merah hasil panenan petani Kecamatan Gondang akan Peluang tingginya harga berambang itu akan semakin besar apabila produksi bawang merah dari daerah lain juga minim. Situasi itu terjadi di awal 2023 lalu.
Baca Juga: Serunya Kreasi Lomba Agustusan di Kabupaten Nganjuk
Ketika petani bawang merah di Kecamatan Gondang panen lebih awal dan barang dari daerah lain sedikit. Karena permintaan tinggi, harga jual di petani melampaui rata-rata. Lebih tinggi Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per kilogram dari harga normalnya.
Bila harga normal bawang merah dipatok Rp 15 ribu per kilogram, saat panen awal tahun bisa dibanderol sebesar Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram. Ramadan 2023 lalu, harganya juga meningkat.
Dengan harga yang tinggi itulah petani berani menjual berambang ke pasar. Adapun berambang yang disimpan akan digunakan untuk persiapan benih. Biasanya petani di Kecamatan Gondang akan menyiapkan untuk tanam Maret-April. Petani Gondang lebih suka menanam berambang jenis Bauji. Hal itu disebabkan karena mereka kerap menanam saat musim hujan. Bauji dianggap lebih tahan ketika ditanam saat hujan.
Baca Juga: Seperti Apa Profil Desa Cepoko di Kecamatan Berbek, Ini Potensinya
Harga jual yang tinggi itu dirasakan pula oleh Subandi, 49, petani asal Desa Sumberejo, Kecamatan Gondang. ”Bawang merah di awal tahun harga jualnya pas naik,” ungkapnya. Di tahun ini dia sudah dua kali panen. Yakni pada Februari lalu dan Juni. Nah, bulan ini dia mulai tanam dan targetnya akan panen terakhir pada Oktober mendatang.
Saat ini usia tanam berambang milik Subandi sudah berusia 2 hari. Dia tampak memberikan pestisida untuk mencegah munculnya hama. ”Petani bawang merah di sini (Gondang, Red) harus ekstra keras perhatiannya membasmi hama ,” imbuhnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah