NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Desa Pisang, Kecamatan Patianrowo gempar kemarin. Penyebabnya, nenek berusia 85 tahun bernama Warni, warga setempat, tewas terbakar.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, Warni tidur sendirian di rumahnya. Sang cucu yang biasanya menemaninya tidak tidur di rumah. Dia tidur di rumah temannya.
Tiba-tiba api berkobar di rumah Warni. Bau sangit dan asap mengepul. Hal itu membuat Sonhaji, 52, menantu Warni yang tinggal di rumahnya segera bangun dari tidur. Dia langsung keluar rumah untuk mengecek. Karena jarak rumah Warni dengan menantunya berdekatan, Sonhaji segera tahu penyebab bau sangit tersebut. ”Saat itu rumah sudah terbakar,” ujar Sonhaji saat ditemui wartawan koran ini kemarin.
Sonhaji pun berteriak meminta pertolongan. Tetangga berdatangan. Mereka berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Sayang, api semakin besar. Sonhaji dan warga tidak berani menolong Warni. ”Saya hanya bisa berdoa semoga ibu selamat,” ungkap Sonhaji.
Karena api semakin berkobar, warga melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Koramil Patianrowo, dan Polsek Patianrowo. Beberapa menit kemudian, petugas damkarmat datang. Pemadaman pun dilakukan.
Sayang, saat api sudah padam, Warni ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 03.45 WIB. Sebenarnya, dia sudah berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di bawah tempat tidur. Sayang, usahanya gagal. Dia meninggal dunia karena terbakar. ”Korban terperangkap di dalam kamar tidur,” sambung Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Sujito.
Berdasarkan penyelidikan, diduga kebakaran karena korsleting listrik. Selain menyebabkan Warni meninggal dunia, sepeda motor Yamaha Vega R milik cucu korban juga hangus. Karena dinding rumah Warni menggunakan triplek jadi api cepat berkobar. ”Kerugian sekitar Rp 50 juta,” ujar Sujito.
Baca Juga: KSPPS TAM Syariah Gandeng LazisNU Nganjuk Santuni Seribu Anak Yatim
Setelah Warni ditemukan, petugas membawa jenazahnya ke rumah sakit. Dari pemeriksaan medis, korban meninggal dunia karena terbakar. ”Jenazah telah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” ujar Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto kemarin.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan unsur kesengajaan. Kebakaran murni karena korsleting listrik.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah