NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Berbagai upaya dilakukan pengelola The Carnival Nganjuk agar kerugian tidak semakin membengkak. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengganti jam operasional The Carnival. Jika awalnya, The Carnival buka mulai pukul 11.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, sekarang tidak lagi. The Carnival hanya buka pagi hingga sore hari. Tepatnya, mulai pukul 08.00 WIB-18.00 WIB. “Perubahan jam buka The Carnival ini untuk efesiensi,” ujar Rizky Pramudya, pengelola The Carnival.
Jam operasional malam hari dianggap membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Karena lampu penerangan yang digunakan untuk menerangi wahana permainan di lahan seluas 1,2 hektare tidak sedikit jumlahnya. Total ada sekitar 800 lampu yang harus menyala. Otomatis, biaya listrik membengkak.
Belum lagi, jika ada lampu yang padam. Harus diganti dengan baru. Hal itu tidak sebanding dengan pengunjung di malam hari. Jumlahnya sangat minim. Bahkan, bisa dihitung dengan jari. “Kami maksimalkan pengunjung di pagi hingga sore hari saja,” ungkap Rizky.
Baca Juga: Ini Tradisi Tandur Bawang Merah di Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk
Perubahan jam operasional The Carnival ini sudah dilakukan sejak Februari lalu. Hal ini setelah pengelola melihat jumlah kunjungan semakin turun. Sedangkan, biaya operasional sangat tinggi.
Menurut pengusaha muda ini, sebenarnya jam operasional pagi hingga sore ini tidak sesuai dengan konsep awal The Carnival. Pihak ketiga yang menyulap Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) ini mengatakan jika dulunya, The Carnival ingin menjadi Nganjuk Night Carnival (NNC) seperti Batu Night Spectacular (BNS). Karena itu, permainan lighting ditonjolkan di tempat wisata yang menjadi aset Pemkab Nganjuk tersebut. “Ya mau bagaimana lagi. Pengunjung sepi, jadi jam operasional terpaksa harus berubah,” ujarnya.
Terpisah, Devi Maya, 18, penjaga loket The Carnival mengaku jika pengunjung di objek wisata pengganti TRAL itu sepi pengunjung. Setiap hari, pengunjung tidak semakin bertambah. Justru, menurun. Akibatnya, petugas loket terlihat sering melamun karena tidak ada antrean. “Hari-hari biasa sepi sekali. Pengunjung biasanya ada saat hari Minggu,” ungkapnya.
Baca Juga: Lomba Masak Ikan dan Cipta Menu di Pendapa Semarak
Perubahan jam operasional itu juga didukung karyawan di sana. Karena sebelum diubah menjadi pagi hingga sore hari, The Carnival pernah tidak ada pengunjung pada malam hari. Ini yang membuat biaya operasional membengkak dan kerugian ratusan juta dialami pengelola. “Daripada tidak ada pengunjung di malam hari. Ya lebih baik pagi sampai sore saja,” ujar Devi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah