NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kekosongan blangko e-KTP terjadi di Kota Angin. Kondisi tersebut dialami sejak dua minggu lalu. Penyebabnya, pasokan blangko e-KTP dari pusat tidak seimbang dengan pemohon e-KTP. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Nganjuk Gatut Sugiarto melalui Administratur Data Base Kependudukan Wuwuh Edi mengatakan, permohonan cetak KTP elektronik terus mengalir. Rata-rata, sebanyak 500 lembar hingga 1.000 keping per hari.
Sehingga, ribuan orang harus rela menunggu. “Kami sudah ajukan blangko e-KTP ke Dirjen Dukcapil. Tapi, hingga kini belum dapat kiriman,” paparnya.
Namun demikian, Edi mengatakan, bagi warga yang ingin membuat e-KTP tak perlu khawatir. Meskipun blangko e-KTP kosong dispendukcapil tetap melayani pemohon. Saat blangkonya sudah ada pihaknya akan mencetak e-KTP. “Saat ini perekaman e-KTP dulu saja,” ujarnya.
Agar kekosongan blangko e-KTP itu terselesaikan, dispendukcapil memohon 10.000 keping blangko e-KTP. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan,” harap Wuwuh.
Bagi masyarakat yang belum memiliki e-KTP secara fisik tidak perlu khawatir. Dispenducapil mengeluarkan surat keterangan biodata yang ada di aplikasi SIAK Terpusat Kemendagri. Hak-hak warga ber-KTP tetap didapat. Mereka bisa menggunakan hak pilihnya saat pemilu nanti.
“Kami juga terjun ke sekolah-sekolah untuk perekaman e-KTP bagi pemilih pemula,” ujarnya.
Baca Juga: Waspada! Dua Hari Terjadi Kebakaran di Lokasi Berbeda di Kabupaten Nganjuk
Sementara bagi warga yang telah melakukan perekaman akan diterbitkan surat keterangan, serta aktivasi e-KTP melalui aplikasi identitas kependudukan digital (IKD) untuk handphone yang support mengakses itu. Karena tidak semua gawai bisa support aplikasi untuk IKD. Hanya gawai yang tersedia playstore saja. Terlebih bagi warga yang gagap teknologi, Wuwuh tidak memaksa warga untuk mengunduh aplikasi tersebut. “Kalau IKD sementara capaiannya lebih banyak ASN, TNI POLRI dan Nakes, beberapa warga ada yang gaptek jadi itu kendalanya,” terangnya.
Wuwuh mengimbau agar masyarakat bersabar hingga distribusi blangko e-KTP tercukupi oleh Kemendagri. “Semoga minggu depan blangko e-KTP sudah tersedia,” harapnya. (ica/tyo)
Sementara itu, salah satu siswa SMAN 1 Tanjunganom Raditya mengatakan sebenarnya ia berharap langsung menerima blangko e-KTP saat tahu sekolahnya didatangi petugas Dispendukcapil. “Saya kira langsung punya KTP karena awalnya sudah senang, terlebih umur sudah 17 tahun tiga bulan lalu, ternyata masih harus nunggu blangkonya tersedia lagi,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah