NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah di dekat rumpun bambu masih rendah. Dalam waktu enam hari terakhir, petugas pemadam kebakaran disibukkan dengan pemadaman kebakaran rumpun bambu.
Ada empat kali kejadian kebakaran bambu yang membahayakan pemukiman penduduk. Sujito, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk mengatakan, kebakaran rumpun bambu disebabkan karena keteledoran masyarakat.
Beberapa kejadian kebakaran rumpun bambu ditemukan ada bekas pembakaran sampah.
“Pada saat kemarau seperti ini, membakar sampah dekat rumpun bambu bisa berbahaya karena api mudah terbakar dan cepat menjalar,” ungkapnya. Selain dari pembakaran sampah, kejadian kebakaran rumpun bambu itu disebabkan karena membuang puntung rokok sembarangan.
Baca Juga: DPRD Nganjuk Gelar Rapat Paripurna Pengumuman Pemberhentian Bupati
Seperti kebakaran rumpun bambu di Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, kemarin (6/8). Api yang melahap rumpun bambu diduga karena ada warga yang membuang puntung rokok. Kebakaran yang menggemparkan warga itu membuat api dengan cepat menjalar. Sebagian rumpun bambu itu hangus terbakar. Luas yang terbakar di Desa Mancon adalah 20 meter persegi.
”Laporan masuk sekitar pukul 09.30, selesai pemadaman pukul 11.36,” ujar Sujito kepada Jawa Pos Radar Nganjuk. Mantan Sekretaris Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Nganjuk itu mengatakan, perbuatan membuang puntung rokok di lokasi rumpun bambu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Sekecil apapun kebakaran pada rumpun bambu yang padat pemukiman bisa berakibat fatal.
Apalagi, saat ini, sudah masuk musim kemarau. Selain banyak daun dan ranting yang kering, angin kencang bisa mempercepat terjadinya kebakaran. “Di tahun sebelumnya, ketika musim kemarau banyak laporan kebakaran, Jumlahnya selalu meningkat,” paparnya.
Sujito mengaku, sudah memberikan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat. “Saya juga sudah mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan,” tegasnya.
Termasuk pula bagi warga yang punya ternak sapi. Ketika diang untuk sapi harus benar-benar waspada. Harus dipastikan di sekitar tempat diang tidak ada yang mudah terbakar.
Baca Juga: Petani Garbis di Kelurahan Mangundikaran Nganjuk Gagal Panen, Ini Pemicunya
Angin kencang bisa membuat api terbang. Dia meminta masyarakat di Kabupaten Nganjuk meningkatkan lagi kesadaran terhadap bahaya kebakaran. Sujito menambahkan, dari enam hari pertama di bulan Agustus, Damkarmat Kabupaten Nganjuk mencatat enam kali kebakaran. Dua kejadian kebakaran kandang karena diang dan empat rumpun bambu. Beruntung dari seluruh catatan kebakaran itu tidak terjadi korban jiwa.Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah