NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menggelar Siraman Sedudo pada Kamis (3/8). Acara tersebut merupakan tradisi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan setiap tahun. Yakni sejak zaman Majapahit. Digelarnya tradisi ini bertujuan untuk nguri-nguri budaya “Siraman Sedudo untuk melestarikan tradisi dan budaya,” ujar Bupati Marhaen Djumadi.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih mengatakan bahwa prosesi Siraman Sedudo juga digunakan sebagai daya tarik wisatawan. Sehingga, wisatawan akan semakin banyak berkunjung ke Air Terjun Sedudo yang menjadi objek wisata andalan. “Air Terjun Sedudo ini menjadi ikon wisata di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.
Di samping itu, Handariningsih mengatakan, Siraman Sedudo menjadi agenda rutin Disporabudpar Kabupaten Nganjuk. Setiap Muharam, Siraman akan dilaksanakan. Karena itu, pengunjung Siraman Sedudo sangat banyak.
Baca Juga: Kabupaten Nganjuk Incar Peringkat Dua Terbaik
Untuk diketahui, prosesi Siraman Sedudo dipimpin langsung Bupati Marhaen Djumadi. Hadir dalam prosesi tersebut Forkopimda Kabupaten Nganjuk, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan ratusan pengunjung. Mereka mengikuti prosesi Siraman Sedudo dengan antusias. “Ini pertama kali saya melihat langsung prosesi Siraman Sedudo,” ungkap Dwi Fatyah, 17, wisatawan asal Papua.
Dwi mengaku sengaja ke Air Terjun Sedudo untuk melihat prosesi Siraman Sedudo. Dia mengetahui ada prosesi tersebut dari keluarga di Nganjuk. “Kami ke sini satu rombongan,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah