NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tradisi Siraman Sedudo digelar kemarin. Bupati Marhaen Djumadi memimpin langsung siraman tersebut. Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) merasakan langsung air di Air Terjun Sedudo. Mereka rela berbasah-basah. “Air Terjun Sedudo ini bikin awet muda,” ujar Kang Marhaen.
Siraman Sedudo ini menjadi tradisi setiap tanggal 15 Muharam atau Sura karena adanya mitos bikin awet muda. Orang yang mandi dengan menggunakan air di Air Terjun Sedudo akan awet muda. Kemudian, jika minum air di Air Terjun Sedudo akan membuat mereka sehat. Penyakit atau guna-guna di tubuhnya akan hilang. “Awet muda ini yang menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara ke Air Terjun Sedudo,” ujar Kang Marhaen.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih mengatakan, prosesi Siraman Sedudo menjadi agenda tahunan disporabudpar. Tujuannya melestarikan tradisi dan budaya. “Siraman Sedudo ini juga menjadi salah satu cara menarik wisatawan ke Sedudo,” ungkapnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka prosesi siraman Sedudo tidak tepat di bawah guyuran Air Terjun Sedudo. Pengunjung juga dilarang mandi di Air Terjun Sedudo. Setelah prosesi siraman, pintu yang menjadi akses masuk ke bawah guyuran Air Terjun Sedudo kembali ditutup.
Karena itu, puluhan pengunjung rela membawa jeriken untuk mengambil air di Air Terjun Sedudo. Air tersebut akan digunakan untuk mandi di rumah. “Biar awet muda jika mandi dengan air dari Air Terjun Sedudo,” ujar Dwi Fatyah, 17, pengunjung asal Papua.
Dwi yang datang bersama keluarganya ke Sedudo karena mengetahui ada prosesi siraman. Sehingga, mereka berbondong-bondong datang ke Air Terjun Sedudo yang berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. “Saya datang sejak pukul 08.30 WIB,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah