Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berapa Buruh Ombyok Berambang Nganjuk? Ternyata Cuma Segini

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 3 Agustus 2023 | 18:30 WIB

Photo
Photo

Pertanian berambang bisa menciptakan banyak peluang kerja. Tidak hanya buruh tebas, buruh tanam dan buruh pitil. Peluang lainnya adalah menjadi buruh ombyok. Mereka bekerja untuk memilah bibit super yang disortir menjadi satu ikatan.

Tanem, 66, pedagang bibit asal Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan mengatakan, tenaga untuk membersihkan ombyok ini cukup banyak. Tiga ton bibit, dibutuhkan tenaga ombyok sebanyak 25 orang. “Tidak sanggup kalau dikerjakan sama suami,” katanya.

Buruh ombyok ini berbeda dengan buruh pitil. Untuk buruh pitil, tugasnya memangkas daun bawang merah yang baru saja dipanen. Umbinya siap dijual ke pasar. Sedangkan buruh ombyok bertugas mengelompkkan bawang merah tanpa memotong daunnya.

Batang dan daun bawang dibiarkan terurai lalu dikelompokkan menjadi satu ikat dengan berat 3-4 kilogram. Nah, saat membersihkan ombyok tersebut, buruh akan memilah umbi-umbi yang bagus. Jika ada yang tampak busuk akan disingkirkan.

Baca Juga: Hujan Air Mata Warnai Kedatangan Jemaah Haji Kabupaten Nganjuk di Pendapa

Untuk membuat ombyok tiga ton bawang merah, 25 buruh bisa menyelesaikannya dalam waktu sehari. Biasanya mereka akan memulai pukul 07.00. “Kalau orang yang sering ngombyok pasti cepet kerjanya,” imbuh ibu satu anak itu kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Lantas berapa upah untuk buruh ombyok tersebut? Setiap orang akan dibayar sesuai dengan hasil yang didapat ketika melakukan ombyok. Pada saat harga normal, satu kilogramnya hanya Rp 800. Jadi satu ombyok berisi 4 kilogram hanya dapat uang sebesar Rp 3.200.

Setelah selesai diombyok, bawang merah yang siap dijadikan bibit ini akan langsung dijemur. Untuk awal pengeringan, dia butuh waktu dua minggu. Bibit dalam bentuk ombyok itu tetap akan dijemur agar tidak lembab dan tidak membusuk. Selesai dijemur maka akan digantung di dalam gudang penyimpanan.

Penyimpanan dilakukan sampai 4-5 bulan sampai bibit siap tanam. “Setelah diombyok begini belum bisa ditanam langsung tapi harus disimpan, dijemur, sampai usia bibit 4-5 bulan,” paparnya. Hal itulah yang membuat harga bawang merah menjadi lebih tinggi. Karena butuh perlakuan dan perawatan khusus serta butuh waktu yang sangat lama.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani #brambang nganjuk #petani brambang #brambang