NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kasus stunting menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Untuk menekan agar angka stunting menurun, Pemkab Nganjuk melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk membagikan sebanyak 1.200 butir telur, kemarin.
Pembagian telur tersebut tersebar di 17 daerah lokus stunting. Pemberian bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk Nafhan Tohawi secara simbolis melalui penyuluh keluarga berencana (KB).
“Ini sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting. Semoga angka stunting di Nganjuk semakin turun lagi,” kata Nafhan.
Ribuan telur tersebut dikemas menjadi 200 paket. Setiap paket berisi enam butir telur. Bantuan telur tersebut merupakan pemberian dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Jawa Timur.
Setelah bantuan telur dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, DPPKB juga akan menggelar kegiatan yang sama. Yakni membagikan bantuan telur dan susu kepada masyarakat.
Rencananya, bantuan tersebut akan diserahkan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi untuk masyarakat Kota Angin. Kapan penyerahan itu digelar? Nafhan sudah menyiapkan jadwalnya akan dibagikan tepat dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 30 tahun ini di tingkat Kabupaten Nganjuk.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Pemkab Nganjuk dan Bapak Bupati Kang Marhaen dalam menekan angka stunting. Insya Allah, bulan ini, kami berikan lagi telur. Dan kami tambah dengan susu,” tandas Nafhan.
Untuk diketahui, Kota Angin hanya menyisakan 17 daerah lokus stunting. Angka itu turun drastis dari sebelumnya. Hal itu berkat kerja keras lintas sektor dan banyaknya intervensi sehingga stunting dapat berkurang.
Sebagai bentuk apresiasi, Jumat (28/7) lalu Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi juga menerima penghargaan dari BKKBN Jawa Timur atas keberhasilan menurunkan angka prevelensi stunting.
Editor : Anwar Bahar Basalamah