Tanaman yang hidupnya di air ini mulai dilirik sebagai salah satu koleksi tanaman hias. Bunga dengan nama latin nymphaea dipercaya bisa membawa kedamaian, bisa lebih harmoni dengan alam, dan punya simbol untuk kasih sayang.
Ketertarikan masyarakat terhadap bunga teratai ini mulai meningkat ketika pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Pemilihan bunga teratai itu disebabkan karena memiliki filosofi yang bagus. Sebagian orang percaya bila teratai lekat dengan kedamaian. Gambaran itu sering ditemui pada aktivitas orang yang melakukan meditasi, biasanya selalu disandingkan dengan teratai.
Bukan hanya itu saja, lekatnya bunga teratai dengan simbol kasih sayang tidak lepas dari gambaran Quan Yin yang sedang menggenggam atau duduk di atas bunga teratai. Dan masih banyak lagi simbol yang melekat pada bunga teratai tersebut. Bagi para penjual tanaman hias, bunga teratai punya keunikan tersendiri. Selain warna yang beragam, mekarnya bisa bikin sejuk pemiliknya. Seperti yang diungkapkan Eliviana Berlian Lopa. Gadis 21 tahun asal asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom itu mengatakan budidaya bunga teratai bersama ibunya Sulastri, 43, bisa membawa suasana rumah menjadi lebih tenang.
“Dulu awalnya hanya iseng, beli bunga teratai dua pot lalu dikembangkan sendiri,” akunya saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk di rumahnya pada Rabu (26/7) lalu.
Baca Juga: Ini Cara Petani Berambang Nganjuk agar Bibit Tidak Busuk
Dari dua teratai yang dia kembangkan, kini jumlahnya menjadi 16 warna. Antusias masyarakat untuk memelihara bunga teratai itu juga cukup tinggi. Hingga akhirnya menambah pot untuk menanam teratai di halaman rumahnya. Sejak 2020 hingga sekarang, sudah ada puluhan pot yang ditanami khusus teratai.
“Peminatnya semakin banyak pada pandemi,” kata gadis yang kerap disapa Eli itu. Untuk memenuhi permintaan pembelinya, dia butuh waktu selama lima bulan. Setelah menunggu lima bulan, bunga teratai itu akan mekar. Nah, pada usia itu teratai sudah menjadi indukannya.
Agar teratainya bisa berkembang, Eli menggunakan tiga cara. Yakni, memanfaatkan biji, lalu akar, dan bisa juga tunasnya. Dia mengatakan, perawatan bunga teratai itu tergolong mudah. Tidak perlu ribet. Sebab, bijinya akan berjatuhan. Dari biji yang berguguran itu, anak teratai bisa tumbuh.
Syarat utama ketika merawat teratai menggunakan pot adalah wakib mengganti airnya. Jika ada kolam kecil di depan rumah itu lebih bagus. Karena teratai bisa hidup dengan mudah di dalam pot yang diisi air mengalir hingga meluber.
Baca Juga: Ini Keresahan Pedagang di Terminal MPU Nganjuk, Sehari Hanya Dapat Segini
Kenapa airnya perlu diganti? Karena untuk menghindari pot bunga tidak keruh dan berlumut. Jika sudah tumbuh lumut kecil-kecil bisa menyebabkan bunga teratai mati. “Kalau lumutnya sudah tebal-tebal bisa diambil pakai tangan tapi kalau masih lembut susah. Kadang bikin teratai jadi mati,” ujar mahasiswi semester 7 Unesa ini.
Untuk mencegah agar tidak ada jentik nyamuk, cukup diberi ikan hias di dalam pot. Adapun hewan yang bisa merusak tanaman ini adalah keong sawah berukuran kecil. Jika ada keong sawah atau kol bisa merusak bunga teratai. Sebab makanannya adalah daun.
Untuk itu, Eli selalu menaburkan garam ke air pot agar tak ada kol yang berkembang biak. “Kasih garam grasak agar tidak ada kol di dalam pot,” tuturnya. Karena perawatannya yang mudah itu lah, Eli berani memasarkan bunga teratai tersebut hingga ke luar pulau.
Harus Impor Bibit dari India
Eliviana Berlian Lopa sudah punya pasarnya sendiri. Teratai yang dibudidaya sejak 2020 itu sudah mendarat ke Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga kota besar seperti Jakarta dan Jogja. Harga jual bunga teratainya itu beragam.
Baca Juga: Alhamdulillah! Uang Ganti Rugi Tol Kediri-Kertosono di Tanjunganom Cair
“Mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 140 ribu,” kata gadis asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom. Jenis teratai yang paling murah adalah teratai lokal. Dia membanderolnya dengan seharga Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu. Sedangkan untuk harga teratai impor dibanderol dari harga Rp 60 ribu sampai paling tinggi Rp 140 ribu.
Dia pernah menjual jenis teratai impor dari India lewat jasa pengiriman barang. Ketika itu dia mendapat pesanan kirim ke Sleman, Jogja. Harga bibit teratai yang dikirim adalah Rp 70 ribu.
“Bunga teratai yang saya. kirim rusak. Ketika itu langsung saya ganti bunganya. Kalau bunganya rusak pasti saya ganti,” kenang gadis 21 tahun itu menyebut hal tersebut adalah bagian dari pelayanan ke konsumennya.
Baca Juga: Siswa yang Tidak Lolos Bintara, Mereka Bisa Masuk Lewat Jalur Ini
Karena pesanannya banyak dari luar pulau, Eli harus memastikan pengirimannya tidak merusak. Untuk memastikan teratainya aman sampai ke tangan pembeli, dia harus menata bibit yang dikirim dengan rapi. Agar kualitas bunganya tetap terjaga dengan baik dia membungkus akar bunga teratai itu dengan tisu. Setelah tertutup barulah ditambah dengan plastik.
Untuk packing terakhirnya, dia harus membungkus bunga yang akan dikirim dengan kardus. Dengan cara itu, dia pastikan bunga teratai yang masuk ekspedisi tetap terjaga. “Dalam satu bulan, yang laku bisa 10 sampai 15 bunga. Jadi pendapatannya tidak menentu, rata-rata ya Rp 400 ribuan dalam satu bulan,” akunya.
Selain ibu-ibu, bunga teratai digemari pula oleh anak-anak muda yang ikut perguruan silat. “Anak-anak yang ikut silat itu sering beli, mungkin karena simbol mereka kan teratai, jadi perlu bunga teratai saat ada kegiatan,” terkanya.
Baca Juga: Dalam Setahun, Petani Berambang di Bagor dan Wilangan Bisa Panen Lima Kali
Walau penjualan teratai tidak sebanyak kembang lainnya, Eli menganggap penjualan teratainya terbilang sudah lumayan. Berkat bunga teratai, viewersnya di Tiktok tembus dua juta lebih. Sejak videonya bisa fyp di Tiktok, Eli konsisten membuat konten, bahkan dinamakan Nganjuk_Teratai. Dia fokus pada teratai agar peminat teratainya makin banyak.
Di bantu ibunya, Eli konsisten membuat video konten tiktoknya dengan memperlihatkan warna-warni bunga teratai yang mekar. Memperlihatkan cara perawatan bunga teratainya. Karena yang menjangkau sudah ratusan ribu orang, akhirnya peminat bunga teratai meningkat. “Alhamdulillah keinginan ibu yang dari dulu pengin bunga teratai bisa tercapai,” ungkapnya.
Kebanggaan PSHT untuk Bawa Kedamaian
Kenapa banyak anak muda dari perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) membeli bunga teratai? Menurut Ketua PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Gondo Hariyono, anak-anak muda dari perguruan silatnya memilih memelihara teratai karena punya makna yang berarti.
Menurutnya, bunga teratai pada logo PSHT melambangkan kehidupan yang luhur. Yakni menjalankan kehidupan dengan budi pekerti yang luhur. “Bunga teratai dianggap bisa hidup di berbagai medan maupun kondisi. Di udara dan di dalam air, baik dalam kondisi kering maupun basah,” terang pria yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Nganjuk itu.
Baca Juga: Bupati Nganjuk Kang Marhaen Menerima Penghargaan dari BKKBN RI, Sukses Turunkan Angka Prevelensi Stunting
Karena itulah, filosofi dari bunga teratai itu menuntut warga PSHT bisa bertahan hidup dimanapun berada. “Dalam bunga teratai, terdapat 3 bentuk yaitu mekar, setengah mekar, dan kuncup,” imbuhnya seraya mengatakan hal itu juga memiliki makna bahwa dalam persaudaraan tidak memandang perbedaan latar belakang.
Sama seperti warga PSHT yang diharapkan mampu beradaptasi dan menghadapi keadaan sulit. Seperti teratai yang meski tumbuh di bawah lingkungan negatif, warga PSHT mempertahankan kebersihan batinnya. Gondo, panggilan akrabnya, menambahkan, teratai tidak hanya hidup dan mekar di air namun keindahannya saat mekar memukau mata yang memandang.
Sementara itu, Rehan, 20, salah satu anggota PSHT Nganjuk asal Loceret, mengaku, sebenarnya tidak ada keharusan untuk membawa bunga teratai saat ada kegiatan di perguruannya. Hanya saja banyak dari anggota PSHT yang memang menjadi suka dan hobby terhadap bunga teratai.
“Mungkin karena cintanya dengan PSHT dan tahu kalau logonya ada teratai jadi mereka beli untuk dipajang, karena bunga teratai ya memang simbolnya kami (PSHT, Red),” terangnya. Meskipun ia tak pernah membeli bunga teratai, Rehan memastikan, bahwa tak ada kegiatan perguruannya yang mengharuskan membawa bunga teratai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah