Petani bawang merah di Kecamatan Wilangan lebih cocok dengan berambang jenis tajuk. Mereka tidak memilih bauji karena tajuk punya umbi yang lebih besar. Untuk mendapatkan hasil panen maksimal, bibitnya harus dijemur di lantai agar tahan lama.
“Kalau musim kemarau begini, menjemur bibitnya enggak perlu lama-lama, setengah hari sudah bisa,” kata Sumiran. Pria 56 tahun asal Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan itu merupakan petani sekaligus pedagang bibit khusus jenis tajuk. Baginya, menjemur bibit bawang merah sebelum ditanam merupakan perawatan sebelum tanam.
Dengan menjemur bibit tajuk di lantai saat musim kemarau seperti petani akan mendapatkan bibit yang punya kualitas baik. Perlakuan bibit sebelum ditanam berbeda-beda. Untuk bibit yang sudah berusia sekitar 2 bulan, penjemurannya tidak dilakukan setiap hari. Biasanya, dilakukan penjemuran saat tekstur bibit sudah mulai lembab. Khususnya bibit yang disiapkan di dalam gudang.
Baca Juga: Ini Keresahan Pedagang di Terminal MPU Nganjuk, Sehari Hanya Dapat Segini
Oleh sebab itu, Sumiran mengaku, harus sering-sering mengecek kondisi bibit bawang merahnya di gudang. Bibitnya tidak boleh dibiarkan lembab. Jika tidak segera dijemur, pengaruhnya pada kualitas bibit. “Ya kalau dibiarkan lembab bisa cepat membusuk,” tuturnya.
Ini berbeda dengan bibit yang baru dicabut usai panen. Jika menyiapkan bibit yang baru dipanen maka metode jemurnya harus setiap hari. Setidaknya, waktu yang dibutuhkan selama 7-14 hari penjemuran.
Dia menjelaskan, bawang merah yang kering dapat terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh cendawan atau bakteri pembusuk. Salah satu cara yang paling mudah untuk mengeringkan bawang merah adalah dengan menjemur di lantai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah