NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pedagang di Terminal Mobil Penumpang Umum (MPU) Nganjuk resah. Penyebabnya, pengunjung di sembilan warung milik Pemkab Nganjuk tersebut sepi.
Akibatnya, kursi-kursi pembeli di sana kosong melompong. Hanya ada pedagang yang melamun dan bermain handphone agar tidak bosan. “Dari pagi sampai sore itu pembeli hanya ada satu sampai dua orang saja,” keluh Agus Purnomo, 51, salah satu pemilik warung.
Sepinya pembeli itu karena terminal tipe C itu juga sepi calon penumpang. Tidak ada lagi calon penumpang yang menunggu MPU di dalam terminal. MPU juga sepi. Sangat jarang MPU masuk terminal. Mereka masuk terminal, biasanya hanya untuk istirahat. “Pembeli di warung itu kebanyakan adalah sopir MPU,” imbuh Agus.
Ketua Paguyuban Pedagang Terminal MPU ini mengaku, tidak bisa lagi mengandalkan pendapatan dari warung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena keuntungan yang didapat sangat kecil. Bahkan, untuk operasional saja tidak cukup. “Beda dengan puluhan tahun lalu,” ujarnya.
Baca Juga: Alhamdulillah! Uang Ganti Rugi Tol Kediri-Kertosono di Tanjunganom Cair
Meski pendapatan sangat kecil tetapi pedagang di warung tersebut mengaku tetap membayar uang sewa kios ke dinas perhubungan (dishub). Mereka membayar tidak bulanan. Namun, setahun sekali. “Sewanya Rp 1,6 juta setahun untuk tahun ini,” ujarnya.
Agus mengatakan, jika dibandingkan tahun 2021, biaya sewa kios naik dua kali lipat. Ini setelah pihak dishub melakukan penghitungan ulang. Meski begitu, pedagang tidak mempersoalkan. Karena angka 1,6 juta dianggap masih terjangkau.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk Tri Wahju Koentjoro mengatakan, pembayaran sewa kios di Terminal MPU Nganjuk lancar. Pedagang di sana telah membayar uang sewa ke pemkab. “Semua sudah bayar,” ujarnya.
Tri mengatakan, untuk sepinya pembeli di warung, dishub tidak bisa berbuat banyak. Karena kondisi terminal MPU sepi saat ini. Banyak MPU yang sudah tidak beroperasi karena penumpang sepi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah