NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kerusakan jalan Desa Kepanjen, Kecamatan Pace sudah terjadi selama empat tahun. Seperti di Dusun Codot, panjang jalan mencapai 1,4 kilometer masih banyak yang berlubang. Perbaikan jalan di Dusun Codot itu hanya sepanjang 376 meter saja. “Ya Alhamdulillah sudah diperbaiki.
Tapi perbaikannya tidak sampai di titik jalan yang parah. Yang diperbaiki hanya ujung dan ujung. Semoga perbaikan jalannya bisa sempurna,” ujar Agus Yulianto, 46, warga setempat.
Pantauan wartawan koran ini, pada Kamis (27/01) lalu, masih ada 11 lubang di sepanjang jalan desa tersebut. 11 lubang itu memiliki kedalaman dan panjang yang bervariasi. Lubang yang paling parah punya kedalaman 8 sampai 13 sentimeter. Dan panjangnya mencapai 13 meter.
Karena belum semua diperbaiki, warga minta Pemkab Nganjuk segera menyelesaikan kerusakan jalan di desa mereka. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo menegaskan Pemkab Nganjuk sudah memperbaiki jalan dengan aspal hotmix. “Panjangnya (perbaikan, Red) sekitar 400 meter dan lebarnya tiga meter,” tegas pria yang kerap disapa Gunawan itu kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Baca Juga: Persikmania Warning Tim Persik Kediri, Ini Permintaan Mereka
Dia menambahkan, anggaran untuk perbaikan jalan di Desa Kepanjen tahun ini ada sebanyak paket. Yakni jurusan jalan menghubungkan Desa Kepanjen – Desa Nglaban dan Desa Getas – Desa Kepanjen. Gunawan mengatakan, perbaikan jalan desa Kepanjen – Nglaban baru bisa diperbaiki sepanjang 400 meter. Dia berdalih, proyek tersebut harus menyesuaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.
Sementara itu, jalan rusak lain yang cukup mengenaskan ada di Dusun Plosorejo, Desa Kepanjen, Pace. Jalan dengan panjang 480 meter itu menjadi jalan utama anak sekolah. Menurut Kepala Desa Kepanjen Sugeng Purnomo, saat musim hujan akan banyak genangan air di tengah jalan.
“Jalan tersebut merupakan akses penting untuk anak-anak desa yang berangkat menuju sekolah terdekat. Sampai saat ini, memang belum ada perbaikan,” ungkap Sugeng. Sebagai kepala desa, dia sudah mengupayakan yang terbaik.
Sugeng telah mengajukan perbaikan jalan desa tersebut ke Bupati Marhaen Djumadi. “Saya menghubungi bupati pada Selasa (09/5) lalu. Harapan saya, bupati bisa menerima pengajuan dari saya. Jalan tersebut sangat penting sekali. Kasihan anak-anak desa ketika lewat di jalan itu saat musim hujan,” tambahnya.
Karena jalan rusak di Dusun Plosorejo tersebut belum masuk di APBD 2023. Maka desa perlu menunggu pengusulan berikutnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah