Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dalam Setahun, Petani Berambang di Bagor dan Wilangan Bisa Panen Lima Kali

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 26 Juli 2023 | 21:23 WIB
PERSIAPAN PANEN: Petani berambang di Kecamatan Wilangan menyemprot tanamannya. Di Wilangan, petani berambang bisa panen lima kali setahun.
PERSIAPAN PANEN: Petani berambang di Kecamatan Wilangan menyemprot tanamannya. Di Wilangan, petani berambang bisa panen lima kali setahun.

Petani bawang merah di Bagor dan Wilangan sedang menunggu waktu panen. Diprediksi, panen raya di dua kecamatan itu dilaksanakan sekitar dua minggu lagi menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Masa tanam bawang merah terbilang singkat. Rata-rata, petani akan panen ketika usia tanam sudah dua bulan. “Paling lama 3 bulan,” kata Suparno petani asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Wilangan. Petani di desanya bisa panen bawang merah sebanyak lima kali panen.

Dia berharap, ketika nanti panen raya, harga bawang merah tahun tidak anjlok. “Balik modal saja sudah syukur, pokoknya tidak rugi, kalau hanya balik modal ya sama saja kerja tidak digaji, karena hasilnya ngepas sesuai pengeluaran perawatan,” papar bapak tiga anak itu.

Agar dapat balik modal, harga bawang merah di petani harus di atas Rp 15 ribu per kilogram. Jika harganya masih di bawah maka petani tidak akan untung. Solusi yang bisa dilakukan hanya nandon hasil panen untuk dijual lagi saat harganya mahal.

“Kalau nandon itu nanti kualitas bawang merah sudah tidak segar. Apalagi kalau ditandon terlalu lama,” terangnya.

Dia mengatakan, untuk luas lahan 100 meter persegi butuh modal sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Itu pun untuk modal bibit bawang merah. Nominal tersebut untuk harga bibit Tajuk dengan perkiraan 1 kuintal bibit untuk lahan seluas 100 meter persegi. Belum lagi biaya perawatan yang lainnya selama tanam hingga panen.

 Sementara itu, Susanto, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Nganjuk mengatakan, petani bawang merah tetap bisa panen lima kali dalam setahun. Catatannya, merak harus gerak cepat olah lahan. Sebab, petani hanya punya waktu jeda 12 hari.

“Olah lahan itu harus kontinu dan gerak cepat,” kata petani asal Desa Banarankulon, Kecamatan Bagor. Setelah itu, perlu ada proteksi kelembagaan dan porsir tanah perlu diperhitungkan lagi.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani #petani bawang #bagor nganjuk #panen