Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Ngepung Lengkong Ngebur Sumur tapi yang Keluar Air Kapur

Iqbal Syahroni • Selasa, 25 Juli 2023 | 17:36 WIB

 

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-
Warga Dusun Sendanggogor dan Jomblangan, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong bingung. Sejak puluhan tahun, mereka hanya tergantung pada dropping air bersih dari Pemkab Nganjuk saat kemarau. Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan. Sayang, hingga kemarin, warga belum menemukan solusi. “Kami sudah ngebor sumur di atas 17 meter tetapi air bersih tidak keluar malah air seperti air kapur dan berminyak yang keluar,” ujar Teguh Santoso, 51, warga Dusun Sendanggogor.

Melihat air kapur dan berminyak, warga pun sempat mencoba. Saat dijilat, rasanya asin dan kapur. Ini membuat mereka tidak berani menggunakan. Karena khawatir akan mengganggu kesehatan mereka. “Ya akhirnya pengeboran kami hentikan,” ujar Teguh.

Kondisi itu tidak hanya terjadi di satu atau dua titik pengeboran. Di sejumlah titik yang telah dicoba, hasilnya pun sama. Mereka akhirnya pasrah. Menunggu dropping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk dan mencari air bersih di sumber mata air di hutan. Jika ingin mandi atau mencuci, mereka pergi ke sungai yang kondisi airnya keruh. “Ya mau bagaimana lagi?” tanya Teguh.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid menjelaskan, letak geografis Dusun Sendanggogor dan Jomblang yang berada di pelosok dan pegunungan air bersih sulit didapat. Sumur di sana sebenarnya banyak. Setiap rumah memiliki sumur. Sayang, saat musim kemarau, sumur-sumur itu mengering. Hanya terisi saat musim penghujan. Akibatnya, dua dusun itu menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau panjang. “Dropping air bersih siap minum ini sebagai upaya membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum dan memasak,” ujarnya.

Wakid mengatakan, meski ada rencana menyimpan air bersih saat musim hujan di tendon agar bisa digunakan saat kemarau tetapi hal itu juga berisiko. Karena bisa saja air di tendon tercemar bakteri atau kotoran. Sehingga, rencana tersebut tidak dilaksanakan.

Karena peliknya persoalan itu, Wakid mengatakan, langkah paling cepat membantu sekitar 280 kepala keluarga (KK) di Dusun Sendanggogor dan sekitar 180 KK warga di Dusun Jomblangan adalah dropping air bersih siap minum. Ini agar warga bisa memenuhi kebutuhan minum dan memasak. “Kami akan rutin mengirim air bersih ke sana agar warga tidak kekurangan air bersih,” ujarnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kekeringan #fenomena kekeringan bumi #Kekeringan Air #air bersih