Fenomena bediding terjadi Kabupaten Nganjuk sejak awal Juli lalu. Perubahan suhu yang sangat mencolok itu itu terjadi hingga kemarin (22/7) lalu. Adanya fenomena suhu dingin tersebut terjadi karena amplitudo iklim saat siang dan malam di musim kemarau.
Suhu udara dingin di Kota Angin bisa dirasakan pada saat dini hari menjelang pagi. Kepala Kelompok Operasi (Kapoksi) BMKG Sawahan Tekad Sumardi, perubahan drastis itu bisa dirasakan mulai pukul 22.00 hingga 05.00. Seperti malam kemarin, suhunya mencapai 20 derajat celsius. “Fenomena ini masih wajar. Normal saja dan tidak perlu panik,” katanya.
Meski begitu, suhu udara yang terjadi di Nganjuk belakangan ini di bawah suhu ideal daerah tropis. Di daerah tropis yang hangat, suhunya berada di atas 22 derajat celsius. Karena itu, warga Nganjuk pasti akan merasakan fenomena dingin saat malam hari di musim kemarau.
Jika malam hari sangat dingin maka suhu akan menjadi panas ketika siang hari. Normalnya, suhu saat siang hari di Nganjuk adalah 30-31 derajat celsius. Sekarang suhunya di antara 33-34 derajat celsius. Adanya perbedaan suhu saat siang dan malam itu bisa menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
Dia mengimbau warga harus menjaga kesehatan selama fenomena bediding terjadi. Sebab, ketika terjadi perubahan cuaca seperti ini, daya tahan tubuh akan menurun. Risikonya bisa demam, batuk, dan pilek. Selain itu, kulit akan menjadi kering. Masyarakat diharapkan banyak mengonsumsi air putih dan menggunakan pelembab untuk kulit.
Tekad menjelaskan, fenomena bediding ini diakibatkan karena tidak adanya panas laten. Maksudnya, saat musim kemarau, terik sinar matahari akan memantul maksimal ke bumi karena tidak ada tutupan awan. Akibatnya permukaan bumi menerima radiasi yang maksimal.
Ketika di malam hari, bumi akan melepaskan energi karena tidak ada awan. Maka dari itu, di malam hari hingga dini hari, radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan. “Fenomena itu mengakibatkan suhu menurun drastis,” imbuh Tekad.
Lelaki asal Temboro, Magetan itu menambahkan, suhu udara menjadi dingin pada puncak musim kemarau disebabkan karena adanya musim dingin di wilayah Australia. “Pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia dari Australia juga terjadi,” pungkasnya.
Diterjang Angin Kencang saat Malam
Perubahan cuaca di Kabupaten Nganjuk tidak hanya membuat suhu menjadi dingin. Hampir tiap malam, angin kencang menerjang rumah warga. Keadaan itu membuat suasana malam semakin mencekam.
Seperti yang diutarakan Nuralamsyah, 31, warga Desa Pacekulon, Kecamatan Pace. Sejak awal Juli, dia sudah merasakan suhu dingin pada malam hari. “Selain suhu yang dingin, anginnya juga kencang saat malam-malam,” ujar bapak satu anak itu.
Meski berada di dalam rumah, terjangan angin kencang itu membuat suasana menjadi mencekam. Anak semata wayangnya pun kerap rewel karena suhu dingin itu. Hal ini berbanding terbalik ketika siang hari. Dia merasakan hawa panas yang sangat menyengat. Beruntung dia selalu mengimbangi tubuhnya dengan banyak makan dan minum air putih sehingga masih diberi kesehatan.
Rani Hanifah, 25, domisili di Kelurahan Mangundikaran, juga merasakan suhu dingin. Perubahan cuaca ini membuat dia harus menjaga kondisi tubuhnya. “Kalau cuacanya seperti ini terus kondisi tubuh bisa drop,” ujarnya.
Kapoksi BMKG Sawahan Kabupaten Nganjuk Tekad Sumardi mengatakan, penyakit paling rentan terjadi saat musim kemarau adalah flu. Mengapa? Hal itu disebabkan karena perubahan suhu dari siang-sore dan malam-pagi.
Ketika siang-sore, suhunya panas banget. Ketika malam-pagi, suhunya dingin banget. “Perubahan suhu yang drastis ini lah yang menyebabkan tubuh bisa lemas. Makanya penyakit flu ini menjadi salah satu yang kerap terjadi di musim kemarau,” ujar Tekad.
Ia menyarankan, warga Kabupaten Nganjuk rutin berolahraga dan makan-makanan sehat. Untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat. Dia menjelaskan, suhu di Kota Angin rata-rata atas mencapai 30-33 derajat celcius. Pada saat musim kemarau seperti ini suhunya bisa mencapai 35-38 derajat celcius.
Sedangkan suhu terendah, baik pagi atau pun malam, biasanya berkisar di 22-27 derajat celcius. Kini bisa mencapai 18-22 derajat celcius. Data itu berdasarkan data cuaca pada tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah