“Bukan saya yang hebat tapi doa orang tua yang tak pernah telat,” ujar Achmad Rizky Shulton Al Fiandy, peserta seleksi yang lolos menjadi Bintara Polri tahun 2023.
Bagi Shulton, keberhasilannya lolos seleksi itu karena doa orang tuanya. Saat dia menjalani tes, orang tuanya selalu berpuasa. Anak pertama dari dua bersaudara ini merasakan kedahsyatan doa dari Mohkamat Haryana dan Nuril Istikhomah.
Dia bisa mengerjakan tes akademik, tes psikologi, dan melaksanakan tes kesehatan jasmani. Bahkan, Shulton mampu berlari 2.500 meter dalam jangka waktu 12 menit.
Keberhasilan Shulton tersebut selain karena doa dari sang orang tua, juga persiapan yang matang. Sejak duduk di bangku kelas X SMAN 2 Nganjuk, dia sudah berlatih keras. Setelah salat Subuh, pemuda kelahiran Nganjuk, 13 September 2004 ini langsung latihan lari. Dia berlari di sekitar rumahnya di Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom. Kemudian, sore harinya, dia kembali berlatih lari di Stadion Warujayeng. “Setiap hari saya latihan fisik,” ujarnya.
Semua dilakukan Shulton dengan senang hati. Karena sejak kecil, dia ingin menjadi polisi. Saat namanya masuk 11 besar dan lolos ke pemantauan akhir (pantukhir), dia sudah semakin percaya diri (pede). Hingga akhirnya pengumuman pada Rabu malam (19/7). “Saya berada di peringkat kedua dari 64 peserta yang lolos,” ujarnya.
Setelah diumumkan lolos menjadi bintara, Shulton yang sudah membawa tulisan ‘Alhamdulillah Lulus Terpilih Bintara Polri. Bukan Saya yang Hebat tapi Doa Orang Tua yang Tak Pernah Telat’. Tulisan di kertas karton warna kuning itu sengaja dibawa untuk ditunjukkan ke orang tua saat setelah pengumuman di Mapolres Nganjuk. “Ini merupakan bentuk ucapan terima kasih saya kepada orang tua karena selalu tirakat (puasa) selama saya tes bintara Polri,” ujarnya.
Terpisah, Kepala SMAN 2 Nganjuk Dr Rita Amalisa mengaku bangga dengan keberhasilan anak didiknya menjadi bintara Polri. Selain Shulton, ada lima lulusan Smada juga diterima jadi bintara Polri. “Laporan sementara ada enam yang diterima jadi bintara Polri,” ungkapnya.
Selain lolos tes bintara Polri, banyak lulusan Smada yang diterima di sekolah kedinasan dan perguruan tinggi negeri favorit. Ini membuktikan jika Smada adalah sekolah yang berhasil mencetak lulusan berprestasi.
Editor : Anwar Bahar Basalamah