Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sempat Menjadi Guru Les Privat Matematika, Inilah Sosok Lurah Werungotok Yudi Santoso

rekian • Jumat, 21 Juli 2023 | 18:02 WIB

 

Photo
Photo

Yudi Santoso
tidak pernah menyangka bakal menjadi lurah. Dia dipercaya Bupati Marhaen Djumadi sebagai Lurah Werungotok. Dan dilantik pada Rabu (31/5) lalu. Meski sempat ragu karena berlatar belakang orang teknik, Yudi kini mulai enjoy dengan pekerjaan barunya melayani masyarakat.

Ketika wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk bertandang ke kantornya pada Kamis (20/7), pria yang kini berusia 50 tahun itu memiliki segudang pengalaman. Berangkat dari keluarga sederhana, Yudi sudah ditinggal sang Ayah sejak SMP.

“Bapak meninggal dunia ketika saya duduk di bangku kelas 2 pada 1987. Dan ibu pada 1995 ketika saya kuliah semester 3,” kata lulusan D3 Teknik Sipil ITS Surabaya yang menuntaskan pendidikan S1 Teknik Sipil Universitas Darul Ulum Jombang.

Baca Juga: Kalau Pakai Jebakan Tidak Mempan, Ini Cara Petani Berambang Nganjuk Berantas Kaper

Ditinggal oleh kedua orang tua tidak membuat Yudi kehilangan semangat untuk menyelesaikan pendidikannya. Pada saat kuliah di ITS, pria kelahiran 1973 itu harus bisa bertahan diperantauan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia harus bekerja. Saat itu pilihannya adalah menjadi guru les privat.

“Saya mengajar matematika. Tapi lupa, berapa bayarannya. Yang saya ingat setiap mengajar, durasinya maksimal 2 jam,” kenangnya. Dari mengajar itulah, dia bisa menambah uang sakunya.

Berkat gemblengan itulah, Yudi punya mental yang kuat menghadapi masalah. Begitu dia diberi amanah menjadi lurah, ia harus menyelesaikan beragam persoalan yang dihadapi. Jika dulu harus bisa menyelesaikan masalah pribadinya sendiri, sekarang dituntut mencari solusi masalah orang lain.

Baca Juga: Distributor PT Afi Farma Memberikan Kesaksian di Pengadilan, Ini Pengakuannya

“Kaget juga ketika pertama kali menjabat ada banyak aduan warga,” ucapnya sembari tersenyum. Aduan yang dia terima mulai dari masalah di saluran got yang mampet hingga persoalan perselingkuhan.

Dia bersyukur, semua masalah itu bisa selesai secara bertahap. “Alhamdulillah bisa ditangani, saya mengajak pihak-pihak terkait (RT dan RW, Red),” ungkap pria yang hobi sepak bola itu.

Untuk diketahui, sebelum menjadi PNS, anak kedua dari empat bersaudara itu pernah menjadi kontraktor dan konsultan perencanaan pada 1998. Pekerjaan itu dia tekuni hingga 2003. Dia berhenti karena pada 2003, dia lulus menadi PNS di Pemkab Nganjuk.

Dia pernah ditempatkan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk. SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari bupati diterima Yudi pada 2004. “Di Dishub mulai 2004 sampai 2015. Saya di bagian staf teknis,” paparnya. Lalu pada 2016 sampai 2023 diangkat menjadi Kasi Keselamatan Angkutan Dishub Nganjuk.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#lurah nganjuk #lurah #guru les #lurahku