Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Baca Juga: Distributor PT Afi Farma Memberikan Kesaksian di Pengadilan, Ini Pengakuannya
Jika sudah disemprot insektisida, daun bawang akan tampak bersih. Hal itulah yang membedakan pembasmi yang dia pakai dengan menggunakan lem tikus. Menurutnya, penggunaan jebakan lem tikus tidak terlalu efektif karena tidak semua kaper hinggap di batang pisang yang sudah sudah ada lemnya.
Kaper yang tidak hinggap di batang pisang akan memilih daun bawang sebagai tempatnya berdiam diri. Jika itu terjadi maka besar kemungkinan kaper akan bertelur di daun bawang merah. Dan itu akan membuat petani kerja dua kali.
Dengan menggunakan insektisda, petani tidak perlu bersusah payah. Hanya saja, Munadi harus mengeluarkan biaya lebih besar. Satu botol insektisida miliknya dijual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 220 ribu.
Baca Juga: Ini Ciri-Ciri Kebotakan Rambut yang Harus Kamu Ketahui
Munadi tidak sendirian, pemilihan insektisida juga dilakukan oleh Turiman. Petani berusia 68 itu mengaku, bisa menghabiskan 2 botol sehingga total 200 mili liter untuk sekali semprot di lahan seluas 60 ru.
Setiap dua semprot, Turiman bisa mengeluarkan uang sebesar Rp 400 ribu. "Tidap apa-apa mahal, yang penting tanamannya bersih," katanya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah