Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kalau Pakai Jebakan Tidak Mempan, Ini Cara Petani Berambang Nganjuk Berantas Kaper

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 21 Juli 2023 | 17:58 WIB

 

Photo
Photo

Kaper menjadi musuh utama petani berambang. Di Kecamatan Bagor, para petani punya beragam cara untuk menangkalnya. Bukan hanya menggunakan jebakan lem tikus, para petani bawang merah juga menggunakan insektisida untuk membasminya.

"Ini namanya brofeya ditaruh di dalam tangki, dicampur obat-obat jenis lainnya, pokok ada 7 macam," kata Munadi, petani asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor. Obat kimia berupa cairan itu biasanya disemprot ke tanaman bawang merah saat berusia satu minggu.

Satu botol insektisida berisi 100 mili liter itu cukup untuklahan seluas 100 meter persegi. Dia mengatakan, satu botol obat tersebut akan disemprot setiap satu minggu sekali. "Pokoknya disemprot sebelum ada kapernya,” kata petani bawang merah berusia 77 tahun itu.

Dia menjelaskan asalan menggunakan insektisida agar bawang merah yang ditbamanya bersih dari kaper. Munadi tidak perlu repot-repot mengecek satu-persatu tanaman bawangnya. Sebab, obat yang mengandung senyawa kimia yang dia semprot itu diyakini ampuh membasmi semua serangga. Kaper atau pun ulat grayak akan mati bila kena obat tersebut.

Baca Juga: Distributor PT Afi Farma Memberikan Kesaksian di Pengadilan, Ini Pengakuannya

Jika sudah disemprot insektisida, daun bawang akan tampak bersih. Hal itulah yang membedakan pembasmi yang dia pakai dengan menggunakan lem tikus. Menurutnya, penggunaan jebakan lem tikus tidak terlalu efektif karena tidak semua kaper hinggap di batang pisang yang sudah sudah ada lemnya.

Kaper yang tidak hinggap di batang pisang akan memilih daun bawang sebagai tempatnya berdiam diri. Jika itu terjadi maka besar kemungkinan kaper akan bertelur di daun bawang merah. Dan itu akan membuat petani kerja dua kali.

Dengan menggunakan insektisda, petani tidak perlu bersusah payah. Hanya saja, Munadi harus mengeluarkan biaya lebih besar. Satu botol insektisida miliknya dijual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 220 ribu.

Baca Juga: Ini Ciri-Ciri Kebotakan Rambut yang Harus Kamu Ketahui

Munadi tidak sendirian, pemilihan insektisida juga dilakukan oleh Turiman. Petani berusia 68 itu mengaku, bisa menghabiskan 2 botol sehingga total 200 mili liter untuk sekali semprot di lahan seluas 60 ru.

Setiap dua semprot, Turiman bisa mengeluarkan uang sebesar Rp 400 ribu. "Tidap apa-apa mahal, yang penting tanamannya bersih," katanya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#petani #brambang nganjuk #petani brambang #brambang