Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lurah Kramat Suhadi Punya Banyak Pengalaman di OPD, Ini Sosoknya

rekian • Kamis, 20 Juli 2023 | 20:55 WIB

 

Photo
Photo

Ini adalah jabatan perdana Suhadi sebagai lurah. Akhir Mei lalu, dia lantik Bupati Marhaen Djumadi sebagai Lurah Kramat. Dia tidak pernah menyangka bakal dilantik sebagai lurah. Apalagi sebelum jadi lurah, Suhadi lebih banyak menjalani pekerjaannya sebagai staf di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dari staf bagian perekonomian, kantor perizinan, hingga di Satpol PP.

“Ketika dilantik, perasaan saya campur aduk sekali. Yang pasti senang, amanah ini harus bisa dijalani dengan baik,” kata lelaki yang meniti karir di Pemkab Nganjuk sejak 1998 itu. Suhadi berangkat dari pegawai honorer. Untuk menjadi pegawai aparatur sipil negara (ASN) dia harus menunggu selama sembilan tahun.

Kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, Suhadi mengaku, dirinya diangkat sebagai CPNS pada 2007. Dua tahun kemudian, yakni 2009 baru mendapat surat keputusan (SK) bupati sebagai PNS. Buah dari kesabarannya menjalani pekerjaan sebagai honorer selama sembilan tahun kini sudah dipetik. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, lelaki kelahiran 1974 itu dipercaya menjadi pemimpin di Kelurahan Kramat.

Baca Juga: Bunga Pohon Tabebuya di Depan Taman Nyawiji Nganjuk Mulai Bermekaran

Sebagai PNS yang berangkat dari pegawai honorer, Suhadi benar-benar tidak menyangka dirinya akan diangkat menjadi lurah. Menurutnya, jabatan lurah ini bebannya lebih besar. Dia harus mampu melayani masyarakat secara maksimal. “Mohon doanya bisa menjalani tugas ini dengan amanah,” ungkapnya.

Baginya, menjadi lurah harus selalu siap dan sigap. Terutama ketika harus menanggapi aduan-aduan masyarakat. “Semua aduan harus dihadapi dengan bijak,” pungkasnya.

Dia komitmen akan selalu menyelesaikan aduan tersebut bersama dengan perangkat desa lain. Yakni melibatkan, RT atau RW. Ia pun akan terus belajar tanggap saat menangani aduan masyarakat setempat. “Insyaallah saya selalu siap, di kantor maupun di rumah,” pungkasnya.

Baca Juga: Pemkab Kediri Kebut Jalan Penunjang Menuju Bandara Internasional Dhoho

Selain sebagai ASN, Suhadi punya hobi touring sejak SMA. Ketertarikannya pada motor dimulai dari modifikasi motor. Kemudian merembet ke mesin motor. Lewat touring, dia bisa berkeliling menikmati indahnya rute perjalanan. “Touring terakhir sekitar akhir tahun 2022,” ungkapnya.

Ia pernah paling jauh ke Paralayang Kemuning dan Candi Cetho. Lokasinya berada di Karanganyar, Jawa Tengah. “Jarak yang dirempuh 400 kilometer,” kenangnya dengan semangat. Saat melakukan touring, Ayah dari dua anak itu selalu menyempatkan untuk wisata kuliner.

Ketika touring dia tidak pernah mengajak istrinya. Sebab anggota yang ikut semuanya laki-laki Jumlahanggota yang ikut adalah 10 sampai 15 orang. Lulusan S1 Ekonomi di Universitas Kadiri ini juga mengatakan, bahwa kegiatan touring itu merupakan aktivitas pelepas penat setelah bekerja. Saat sedang senggang, ia memiliki rutinitas quality time bersama keluarga di hari Minggu.

Baca Juga: Yuk Berkenalan dengan Komunitas Sabtu Urban, Wadahnya Para Pegiat Street Art

Untuk diketahui, sebelum menjadi lurah, Suhadi bekerja di Pemkab Nganjuk sebagai staff bagian perekonomian dari 1998-2001. Kemudian pada 2001 hingga 2009, dia menjadi staff di Satpol PP Kabupaten Nganjuk. Dari 2009 hingga 2020, di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Saat 2020 sampai 2023 saya menjadi Kasi Ketentraman, Ketertiban, dan Pemerintahan Umum di Kelurahan Kramat,” sambungnya. Karena hasil kerjanya dianggap maksimal, dia diangkat sebagai lurah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#opd #lurah nganjuk #lurah #pak lurah