NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Libur panjang telah usai. Kemarin, semua sekolah di Kabupaten Nganjuk kembali masuk sekolah. Di hari pertama masuk, banyak siswa yang masih mengantuk. Mereka menguap ketika ikut upacara bendera yang digelar sejak pukul 07.00, kemarin (17/7).
Seperti di SDN 1 Kauman, siswa yang menguap di hari pertama masuk sekolah itu lebih banyak terjadi di kelas 1 dan 2. Mereka bergantian menguap. Untuk memastikan mereka tidak tidur, beberapa orang tua harus menunggu anak-anak selesai upacara. Dan melihat anak mereka masuk ke dalam kelas.
“Saya hanya ingin melihat saja,” ujar Faikoh, 31. Wali murid kelas satu itu harus menunggu anaknya sampai selesai upacara di pinggir halaman. Dia khawatir anaknya tidak kuat upacara.
Baca Juga: Inilah Korea Street Food yang Menggoyang Lidah
Melihat aksi beberapa orang tua yang tetap menunggu anaknya di sekolah, Kepala Sekolah SDN 1 Kauman Wahyudi mengatakan, anak-anak kelas 1 yang baru masuk sekolah ini sedang malaksanakan masa transisi. Mereka yang awalnya dari TK kini harus terbiasa dengan lingkungan SD yang lebih ramai.
“Wajar jika orang tua masih khawatir. Kami beri waktu orang tua selama tiga hari saja untuk menunggu anaknya di sekolah,” ucap Wahyu kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Waktu tiga hari itu diberikan khusus bagi orang tua kelas 1 untuk menengok anaknya sampai ke dalam kelas. Setelah tiga hari, anak-anak kelas 1 itu harus dilepas agar belajar mandiri. Harus digaris bawahi, anak-anak itu bukan lagi anak TK yang harus ditemani hingga ke dalam kelas sampai waktu pulang sekolah.
Baca Juga: Setelah Berhasil Mencetak Gol, Ini Pengakuan Simen Lyngbo soal Persikmania
“Ya harus belajar dan terbiasa, nanti kalau ditemani atau ditengok terus anak jadi takut sekolah. Anak juga tidak bisa membaur dengan teman-teman lainnya,” tegas Wahyu.
Apalagi saat ini, para siswa masih masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Waktunya hanya dua minggu saja. Mereka belum masuk pada proses belajar mengajar yang memberatkan. “Kegiatannya masih MPLS, pengenalan semua guru, lingkungan sekolah dan teman-temannya,” tandasnya.
Dia berharap, orang tua harus belajar juga untuk tidak mengkhawatirkan anak-anaknya saat berada di sekolah. Setelah mengantarkan anaknya, semua orang tua diminta langsung meninggalkan ruang kelas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah