Petani di Bagor mempunyai cara tersendiri untuk membuat berambang tumbuh subur. Sebelum bibit berambang ditanam, petani memupuk dulu lahannya. Lahan berupa bedengan yang sudah gembur dipupuk dengan pupuk kandang atau kompos.
"Pupuk kandang itu agar tanaman berambang tumbuh subur," ujar Masilan, 72, petani berambang asal Kelurahan Guyangan, Kecamatan Bagor. Bagi petani berambang di Bagor, pupuk kandang atau kompos itu sebagai pupuk dasar. Artinya, pupuk tersebut digunakan untuk membuat tanah menjadi subur. Sehingga, saat berambang ditanam, langsung hidup.
Agar pupuk kandang tidak membuat bibit berambang mati, petani tidak memupuk saat hari H penanaman. Namun, pemupukan dilaksanakan maksimal H-1 dari waktu tanam. Biasanya petani akan memupuk pada H-7. Sehingga, pupuk tidak malah membuat bibit berambang mati.
Penggunaan pupuk kandang ini kata Masilan juga sebagai cara menghemat pengeluaran. Jika menggunakan pupuk kimia maka petani harus membeli dengan harga mahal. Sedangkan, jika pupuk kandang, harga terjangkau. Bahkan, jika memiliki sapi dan lahannya sempit maka tidak perlu beli. "Lahan saya hanya 175 Ru. Jadi, tidak perlu beli pupuk kandang," ujarnya.
Baca Juga: Pengusaha WiFi Ilegal Marak Di Kabupaten Nganjuk, Kok Bisa?
Setelah diberi pupuk dasar, petani di Bagor akan langsung menyirami lahan tersebut. Bedengan dengan lebarnya 1-1,2 meter dan tinggi sekitar 20-30 cm itu disiram atau disirat dengan air parit. “Sehari sebelum penanaman, harus disiram dulu tanah bedengannnya, agar lembab dan mempermudah menanan bibit berambang,” terangnya.
Selain membutuhkan bedengan, tanaman bawang merah sangat membutuhkan banyak air untuk proses pertumbuhan, terutama saat pembentukan umbi. Namun tanah yang terlalu becek akan menyebabkan umbi menjadi busuk. Oleh karena itu, untuk menyiasati agar kondisi air di lahannya stabil, Masilan membuat parit atau cemplongan.
Parit berfungsi untuk tempat pembuangan air yang berlebih dan tempat penyimpanan air untuk penyiraman. Sehingga saat ketersediaan airnya berlebih, Masilan tinggal mencangkul dan membuat aliran air yang menuju ke pengairan. “Biasanya ya nyangkul sendiri untuk buat cemplongan ini,” imbuhnya.
Baca Juga: Rampas Tas, Dua Jambret di Kunjang Babak Belur
Meskipun tanaman bawang merah tidak terlalu bagus saat menanam di musim hujan, Masilan menjelaskan bawang merah ini memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya melalui penyiraman.
Kunci menanam bawang merah saat kemarau adalah pengaturan penyiraman.
Di musim kemarau, biasanya disiram satu kali sehari pada pagi atau sore hari sejak tanam sampai menjelang panen.
Untuk menyiram berambang, Masilan tidak membayar orang. Karena lahannya hanya seluas 175 meter persegi. Biasanya, dia dibantu oleh adiknya.
Hal yang sama diutarakan Pendik, 37, petani berambang setempat. Dia juga menyiram berambang sendiri. "Sekarang sudah umur dua minggu dan harus rutin disiram agar tidak mati," ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah