Pedagang berambang di Pasar Sukomoro harus memeras otak di saat panen raya sekarang. Karena harga berambang terus mengalami penurunan. Jika mereka tidak berhati-hati, kerugian jutaan hingga puluhan juta akan dialami.
“Harga berambang terus turun,” keluh Paisri, 60, pedagang berambang asal Sukomoro. Penurunan harga berambang terjadi setiap hari. Tak tanggung-tanggung, penurunan harga mencapai ribuan rupiah per kilogram. Jika dua hari lalu, harga berambang masih berkisar Rp 22 ribu per kilogram, kemarin menyentuh angka Rp 18 ribu per kilogram untuk berambang jenis Tajuk.
Penurunan harga hingga Rp 4 ribu per kilogram bukan hal sepele. Karena jika pedagang kulakan 1 kuintal berambang maka kerugian minimal Rp 400 ribu. Namun, jika kulakan 1 ton maka kerugian mencapai Rp 4 juta. Itu jika sehari. Namun, jika seminggu maka kerugian bisa mencapai Rp 28 juta. “Tak berani nandon berambang jika harga turun,” ujar Paisri.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Kediri Apresiasi FKTP Kerja Sama Berprestasi di Nganjuk
Hal senada diungkapkan Haryatun, 64, pedagang berambang yang lain. Dia mengaku tidak mengetahui mengapa harga berambang terus mengalami penurunan setiap hari. Dia hanya menduga penurunan harga berambang karena stok yang melimpah. Ini karena panen raya terjadi di Kota Angin dan beberapa daerah penghasil berambang. “Setiap hari berambang terus berdatangan ke sini,” ujarnya.
Sayangnya, stok yang melimpah ini tidak dibarengi dengan pembelian. Justru, pembelian berambang di Pasar Sukomoro menurun. Akibatnya, stok pedagang berambang di pasar melimpah. Tawaran harga berambang murah dari pembeli pun berdatangan.
“Kami kulakannya harga tinggi. Jadi, tidak berani jual murah,” ujar Haryatun.
Baca Juga: Ketika Anjing dan Kucing Keluarkan Air Libur Berlebihan, Ini Pemicunya
Namun, untuk nandon berambang Haryatun juga waswas. Dia khawatir besok harga berambang semakin anjlok. Ini bisa menjadi petaka. Karena uang kulakan tidak akan kembali. Yang ada hanya kerugian.
“Ya ini risiko pedagang berambang. Harus siap untung atau buntung,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah