Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Pasar Kertosono Pilih Berjualan di Luar, Kok Bisa?

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 6 Juli 2023 | 18:09 WIB

 

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-
Sepinya pembeli di lantai 1 Pasar Kertosono membuat pedagang akhirnya ikut-ikutan menggelar dagangannya di luar. Mereka enggan bertahan di dalam pasar terlalu lama. Karena kerugian yang dialami akan semakin besar. “Hanya seminggu di dalam. Sekarang jualan di luar saja,” ujar Sudarti, 60, pedagang asal Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono.

Menurut penjual tempe ini, dagangannya tidak tahan lama. Jika sehari tidak laku maka dia akan mengalami kerugian. Tempe akan menjadi busuk. Tidak bisa dijual lagi. Ini berbeda dengan pedagang pakaian atau peralatan rumah tangga.

Dengan berjualan di luar pasar, Sudarti mengaku, bisa mendapatkan keuntungan. Karena dagangannya menjadi laku. Meski harus kepanasan tetapi hal itu tidak dianggap sebagai persoalan. “Yang penting laku,” tandasnya.

Menurut nenek delapan cucu ini, upayanya menjemput bola itu karena banyak pedagang yang sama dengan dagangannya berjualan di luar. Akibatnya, pembeli enggan masuk ke lantai 1. Ujung-ujungnya, pedagang di lantai 1 akan mengalami kerugian karena sepi pembeli. “Kalau yang lain jualan di luar, saya juga jualan di luar,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Enggar, 40, pedagang sayuran. Dia rela ngemper di depan pintu masuk lantai 1 Pasar Kertosono agar dagangannya laku. “Pembeli di sini enggan masuk ke lantai 1. Jadi, saya jualan di luar saja,” ujarnya.

Menurut Enggar, dia sebenarnya punya los di dalam Pasar Kertosono. Namun, dia tidak mau hanya berdiam diri di dalam. Karena dagangannya tidak bisa bertahan lama. “Rezeki itu dijemput bukan ditunggu. Kalau pembeli tidak mau masuk masak saya harus menunggu di dalam pasar,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko mengatakan, disperindag akan menertibkan pedagang yang nekat berjualan di luar Pasar Kertosono. Karena jika dibiarkan maka Pasar Kertosono akan menjadi kumuh. “Semua pedagang nanti akan berjualan di luar Pasar Kertosono,” ujarnya.

Haris menjelaskan, pembangunan Pasar Kertosono itu agar pedagang dan pembeli nyaman bertransaksi. Karena itu dibangun pasar yang megah di Kertosono. Meski pembangunan belum 100 persen selesai tetapi los dan kios sudah disediakan untuk ratusan pedagang di lantai 1. “Tidak boleh berjualan di luar pasar,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kertosono nganjuk #pasar #pasar kertosono nganjuk #pasar kertosono